Jangan Biarkan Indonesia Jadi Raja Sampah Plastik

0
158
sampah platik

Sampah plastik tengah menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan Jenna Jambeck, seorang peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, Indonesia menjadi pemasok sampah plastik terbanyak kedua di dunia setelah China. Disusul Filipina, Vietnam, dan Srilanka.

Sampah plastik memang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami, yaitu puluhan hingga ratusan tahun, baik di darat maupun di laut.

Setelah terurai pun, sampah plastik hanya berubah menjadi serpihan kecil atau mikroplastik yang bahaya bagi lingkungan.

BACA JUGA: Waspada Mikroplastik dalam Makanan Kita

Target 2025 Sampah Plastik di Laut Berkurang 70%

Beberapa waktu lalu, pemberitaan paus sperma yang terdampar di laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, menjadi perbincangan publik. Kejadian ini begitu mengenaskan karena di dalam perut sang paus terdapat 5,9 kilogram sampah plastik. Hal ini tentu membuat kita prihatin, karena gaya hidup manusia, binatang pun ikut menanggung akibatnya.

Pemerintah Indonesia berupaya melakukan berbagai langkah bijak demi mengatasi persoalan sampah plastik yang terus meningkat, salah satunya yaitu menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Pemerintah bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan meluncurkan Gerakan Indonesia Bersih.

Aksi yang diharapkan dapat mengurangi dampak berbahaya dari sampah plastik ini merupakan salah satu Gerakan Revolusi Mental yang ada di dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016. Momentum Gerakan Revolusi Mental tersebut bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Gerakan Indonesia Bersih mencakup beberapa hal, yaitu:

  • Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat pada lingkungan
  • Peningkatan sarana dan prasarana penunjang perilaku hidup bersih dan sehat dalam hal ini sistem pengelolaan sampah yang baik dan benar

Dengan membudayakan Gerakan Indonesia Bersih dalam kegiatan sehari-hari, pemerintah percaya diri pada tahun 2025, sampah plastik di lautan akan berkurang hingga 70%.

Peran aktif kita dalam membantu mengurangi penggunaan sampah plastik juga akan berpengaruh. Misalnya, menggunakan barang-barang dengan jangka waktu lama atau menghindari penggunaan barang sekali pakai, seperti kantong plastik dan sedotan.

BACA JUGA: Ayo, Dukung Kebiasaan “Say No To Plastic Straw!”

Selain itu kita juga bisa menahan diri untuk tidak terlalu konsumtif dan hanya membeli barang-barang yang kita perlukan. Gaya hidup minimalis yang kini banyak dikenal sebagai Konmari juga baik untuk lingkungan dan diri kita secara pribadi.

Anda tentu setuju kalau laut bukan tempat sampah, tapi tempat tinggal makhluk yang berbagi alam ini bersama kita.

BACA JUGA: Minimalis, Solusi Hidup Lebih Sehat dan Tenang