Cara Memperbaiki Kesehatan Pencernaan Secara Alami

0
6807

Tokoh medis Yunani Hippocrates hidup antara 450 and 350 SM, namun sejak dulu ia telah menyimpulkan fakta tentang pencernaan yang kini menjadi pesan kesehatan yang sering didegungkan yaitu semua penyakit diawali dari pencernaan. All disease starts in the gut.

Dalam bentuk yang lebih positif, kita bisa menangkap pesan Hippocrates yaitu betapa amat pentingnya kita untuk menjaga kesehatan pencernaan jika kita ingin tubuh kita sehat secara menyeluruh.

Berbagai penelitian telah mendukung hal ini, diantaranya penelitian ini yang melihat adanya hubungan yang kuat antara kesehatan pencernaan dan kesehatan jantung, sistem kekebalan tubuh, kesehatan mental, gangguan endokrin, dan kanker usus besar – atau dengan kata lain, pencernaan berhubungan dengan hampir semuanya, fisik dan mental.

Kondisi pencernaan yang kurang baik bisa tercetus dalam berbagai bentuk tanda atau gangguan.

“Alergi, berat badan yang terlalu gampang naik dan terlalu gampang turun, candida growth (jamur), nyeri persendian, jerawat, nyeri persendian, bau mulut hingga depresi itu titik awalnya bisa dari pencernaan,” ujar Susan Hartono,MSc,CHt, ahli nutrisi holistik pada workshop How to Improve Gut Health Naturally, di WarungKebunku, Maret silam.

Kenapa bisa begitu? “Karena sebetulnya 70-80% sistem kekebalan tubuh kita adanya di pencernaan. Jadi kalau pencernaan kita bermasalah, pasti akan berdampak ke sistem imun kita,”sambungnya.

Sehat Dengan Gut Microbiome Yang Seimbang  

Lokasi terbesar sistem pencernaan ada di usus kita. Di sinilah terdapat Gut Microbiome atau Mikrobiota Usus. Dalam Gut Microbiome bergabung bermacam-macam makhluk yang baik dan jahat dari mulai bakteri baik, jamur, parasit, termasuk virus, yang hidup dan berinteraksi dengan tubuh manusia.

Nah tugas kita adalah merawat keseimbangan “good guy” dan “bad guy” dalam gut microbiome di tubuh. Caranya antara lain rajin makan makanan yang utuh, menghindari makanan yang terlalu banyak diproses, konsumsi makanan fermentasi, bijak dalam menggunakan antibiotik, dan masih banyak lagi petunjuk yang diberikan Susan.

Dalam keadaan yang seimbang, gut microbiome akan bersinergi membendung bakteri patogen. Namun jika “good guys”nya lebih banyak, maka tubuh kita akan menjadi lahan subur untuk berbagai macam penyakit.

Salah satu tandanya, kata Susan, kalau kita craving atau ketagihan yang manis-manis. “Itu yang minta “bad guys”. Lalu semakin kita makan yang manis-manis terus, kita kasih dia makan terus, jadi dia yang bertumbuh lebih banyak.”

“Gut microbiome bisa menjadi musuh bisa menjadi teman. Tergantung bagaimana kita menjadi host-nya,” ungkap Susan.

Setelah para peserta mendapat ilmu seputar pencernaan, sesi kedua diisi oleh Felicia, artisan makanan fermentasi.

Feli bercerita kalau ia sendiri menekuni dunia makanan fermentasi awalnya karena gangguan pencernaan akut yang dialaminya.

Berangsur-angsur, Feli merasakan manfaat dari berbagai makanan fermentasi yang dikonsumsinya.

Praktik membuat Sauerkraut
Sauerkraut yang sudah jadi

Ia pun membuat brandnya sendiri, Tanah Bumi, yang menyediakan beragam makanan dan minuman fermentasi yang bikin penasaran untuk dicoba.

Dalam workshop ini, Feli berbagi cara dan pengalamannya membuat Sauerkraut, yaitu kubis yang difermentasi. Sajian ini termasuk makanan fermentasi yang relatif mudah sehingga bisa menjadi salah satu andalan untuk merawat kesehatan pencernaan.

Lihat resep Saurkraut di sini.

BACA JUGA: Makanan Fermentasi Yang Baik Untuk Usus Kamu