Hidup Seimbang: Pelajaran Dari Seorang Penyintas Autoimun

0
459
Hidup Seimbang: Pelajaran Dari Seorang Penyintas Autoimun
Photo by Willian Justen de Vasconcellos on Unsplash

Pengantar

Pada sharing session Komunitas Paprika Loca kali ini, ada Christine Putri (Penyandang Autoimmune IBD) yang akan berbagi mengenai BALANCING LIFE.

  • Seperti apa kisahnya berjuang dengan Autoimmune yang disandangnya?

Lalu seperti apa sih gaya hidup sehat yang dijalaninya? Dan apa makna balancing life dalam kehidupannya.

Narasumber

Christine Putri: Balancing Life

Perkenalkan nama saya Christine Putri, 38thn, dengan 3 anak, penyandang Autoimmune IBD (Inflammatory Bowel Disease) sejak 5 tahun yang lalu.

Ceritanya…

Sejak divonis saya dijelaskan oleh dokter harus bergantung dengan obat seumur hidup, karena belum ada obatnya, tentunya vonis tersebut bikin stress dan bingung, terlebih lagi nama penyakit itu sangatlah asing.

Singkat cerita setelah 3 tahun bergumul dengan penyakit tersebut, keluar masuk Rumah Sakit (RS), konsumsi obat yang gila-gilaan, saya memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam lagi tentang bagaimana tubuh kita bekerja.

Karena yang saya rasakan obat membuat penyakit saya lebih parah secara mental juga.

Setelah saya mempelajari lebih dalam tentang cara kerja usus, pencernaan dan autoimmune saya bertekad mengubah pola hidup saya 180 derajat drastis ngga pake pelan-pake atau bertahap.

Karena desperado??

Sudah 2 tahun ini saya bebas obat dan bebas RS yang dimana dulu jadi langganan, kuncinya adalah gaya hidup yang balance.

Bukan diet tertentu atau ekstrim melakukan A,B dan C. Kecuali ekstrim berkata TIDAK terhadap chemical (kimia(.

Saya mulai mengganti semua bahan masak di dapur dan tidak pernah lagi menyentuh semua yang serba instan, MSG dan yang tidak natural lainnya.

Selain itu saya mulai me-manage jam tidur saya agar tidur cukup, dan juga mulai olahraga, sampe detik ini belum ekstrim juga, tapi tiap Minggu diusahakan olahraga.

Memaafkan diri sendiri, tidak merasa bersalah kalau harus beristirahat. Dulu kayanya rugi banget kalau berdiam diri, sekarang kalau ada kesempatan libur, saya gunakan waktu itu untuk mengistirahatkan tubuh dengan melakukan hal yang saya sukai. Membaca, berenang, malas-malasan intinya.

Hidup Terlalu Berharga Loh…

Hidup terlalu berharga untuk sakit-sakitan. Memilih makanan pun penuh dengan kesadaran, kebetulan tubuh saya sangat sensitif, terhadap makanan yang mengandung kimia dalam jumlah yang tinggi bisa langsung collapse, seperti MSG, pewarna dalam minuman.

Gaya hidup seimbang pun menjadi gaya hidup yang saya tularkan kepada anak-anak juga, bahwa ada waktunya untuk beristirahat. Dengan makan dan istirahat yang cukup membuat hidup semakin berkualitas karena pikiran menjadi jernih dan less moody.

Saya tidak mempromosikan gaya hidup sehat tertentu tetapi saya lebih encourage orang-orang untuk mempunyai lifestyle yang bisa diaplikasikan seterusnya. Tidak berhenti ketika diet selesai. Semoga dapat menginspirasi.

Tanya Jawab (Hidup Seimbang)

Dwijayati Fuji: IBD tu apa yah mba?

Christine Putri: IBD itu salah satu dari 158-an jenis autoimmune. Hanya yang diserang itu usus. Inflammatory Bowel disease. Kalau tidak dijaga bisa berujung ke kanker usus

Hartani Asri: Gejala nya apa? Dan penyebabnya apa, sebelum kena sakit IBD baik baik saja?

Christine Putri: Gejalanya … berat badan menyusut, fatigue, pinggang suka sakit (kaya orang mens gitu), perut kram, diare, malnutrition, perut kembung.

Semua penyebab dari autoimmune sampai sekarang belum diketahui penyebabnya, hanya saja persentase tinggi penyebabnya adalah gaya hidup.

Saya memang punya sejarah perut sensitif, dari kecil sampai remaja sering masuk RS karena kena tipes. Ngga bisa makan sembarang.

Tiba-tiba satu hari kena diare. saya pikir karena habis makan di warung, makanannya kotor. Hilang setelah dikasih obat diare.

Tapi belum pernah diare seperti itu. Setelah 2 minggu, diare kambuh lagi. Saya pikir karena asam lambung dan telat makan.

Jadi saya biarkan. Hari ke-4 pendarahan luar biasa ketika buang air besar. Dari sana langsung ke ahli gastro langsung divonis IBD.

Beberapa test dilakukan termasuk kolonoskopi endoskopi test darah. Waktu itu usus besar sudah meradang keseluruhannya

Hartani Asri: Jadi sejak kecil mbak Christine sudah sensitive di perut. Artinya bukan tiba-tiba waktu dewasa, mungkin saat yang sebelum divonis itu puncaknya gejala sejak kecil tapi tidak diketahui ya?

Christine Putri: Sebenernya seingat saya waktu kecil hanya pernah sekali masuk RS karena tipes. Habis itu ngga pernah sampe sekitar umur 19-20an.

Dari sekian banyak cerita autoimmune saya merasa bahwa autoimmune itu sebelumnya sudah memberi tanda/gejala.

Hanya saja sering diabaikan. Atau pikirkan hanya momentum saja. Selain itu faktor pemaksaan diri dari mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, badan jadi break. Kebanyakan misalnya keluhannya seperti alergi yang kerap datang.

Tapi karena dianggap alergi didiamkan saja. Kalau sering datang dan pergi gejalanya ada baiknya diberi perhatian khusus. Karena gejala autoiimune pada umumnya mirip-mirip. Flaring di kulit, persendian

PaprikaLoca: Rutinitas/ritual apa saja yang biasa kakak lakukan sejak bangun tidur sampe mau tidur lagi? Re: gaya hidup sehat

Christine Putri: Ngga ada ritual yang khusus gimana-gimana sih…hanya saja kalau bangun pagi sekarang sarapan lebih dipikirkan sarapan apa yang bermanfaat.

Mulai dari juice sayur, bikin pancake, telur omelette, buah, roti sesekali. Intinya tiap kali makan harus ada teman sayur.

Saya dulu coba berbagai macam diet, tapi yang ada malah penyakitnya kambuh terus. Jadi vegan/vegetarian ternyata ngga bisa karena over fiber.

IBD itu tidak boleh kena diare. Itu triggering peradangan usus. Jadi kalau soal makan yang mindful.

Kalau seminggu sudah 2-3 kali makan di luar harus dibatasi dengan makan masakan rumah. Olahraga juga selalu disempatkan.

Tidur sekarang penuh perhitungan karena ternyata dampak terbesar setelah makanan. Badan lebih segar, pikiran lebih cerah dan tidak moody.

Sama kaya anak-anak yang kurang tidur bakal moody. Kalau makan sehat tapi tidur ngga cukup juga sama aja.

Sekarang time managementnya lebih baik. Semua di-plan, sehingga kegiatan ngumpul ngga penting bisa dicoret.

Dipakai untuk yang lebih baik. Jadi ritualnya lebih ke time management yang baik ya. Memilih-memilih prioritas.

Angel: Tidur berapa lama yang dianggap cukup kak? 6 jam? 8 jam?

Christine Putri: 6 jam buat kita sudah cukup lux. Orang Jakarta rata-rata tidur 4-5 jam. Makanya di jalan banyak yang marah-marah ?? lebih baik bisa 8 jam. Saya coba disiplin jam 10 sudah di ranjang dan menenangkan diri siap-siap untuk tidur.

Retno Indrawati: Apakah ada pemeriksaan imunologi khusus pada mbak sehingg bisa ketauan penyebab IBD tersebut adalah karena autoimun disease? IBD ini penyebabnya bisa macem-macem ya mbak…

Christine Putri: Ada test ANA, tapi biasa dengan IBD bisa keliatan dari colonoscopy. Kebanyakan dokter Indo tidak berani vonis IBD tapi bilangnya infeksi usus, tapi pasiennya bolak balik terus.

Ini kejadian juga dengan teman saya. Karena memang di indo belum bisa dilakukan biopsi untuk IBD.

Biasa di usus bisa ada polyp, sudah dihilangkan, terus bisa tumbuh dengan cepat. Jadi memang kita yang harus waspada.

Retno Indrawati: Apakah selain perbaiki lifestyle saat ini mbak christine konsumsi suplemen? Misal : probiotik, zinc? Infonya baik untuk usus dan pencernaan.

Christine Putri: Saya memang banyak mengkonsumsi suplemen karena memang penyandang IBD tidak bisa menyerap nutrisi dengan maksimal. Probiotik iya saya konsumsi.

Multivitamin, B12 sesekali, magnesium sebelum tidur. Untuk membantu nutrisi dalam tubuh. Tapi pilih vitamin yang baik ya. Jangan yang asal-asalan. Semua saya lakukan untuk menjaga kesehatan usus, termasuk makan sayur

Retno Indrawati: Ok, noted mbak. Vitamin yang baik? Bisa dijelaskan lebih lanjut mbak chris… ?

Christine Putri: Dilihat mbak produksinya, saya biasa memilih yang serba vegan, dan natural

Retno Indrawati: Ok, biasanya yang kayak gini import ya mbk?

Christine Putri: Iya mbak. Yang lokal saya belum tau yang bagus yang mana kecuali mengandung herbal. Kunyit, dan lain-lain.

Itu bisa jadi suplemen tambahan sih. Karena kadang saya konsumsi juga yang seperti itu. Jadi ganti-gantian aja.

Tapi yang import pun ada kok yang harganya ngga gila-gilaan. Masih wajar menurut saya. Dibanding keluar uang untuk dokter, ??

Retno Indrawati: Kalau belanja suplemen yang vegan dan natural biasanya dimana mbak chris? Yang trusted, barangkali ada rekomendasi yang di olshop

Christine Putri: Online Shop organic, saya terus terang merasakan manfaat dari Usana, wellness, Sy ngga punya akun IG-nya tapi bisa di-search di website. Kalau yang usana cukup lengkap. Anak-anak saya cocok dengan vitamin-nya.

Hartani Asri: Sayur apa Biasa yang bagus. Tentunya yang tidak bergas ya?

Christine Putri: Saya ngga pilih-pilih sih kalau sayur, ada yang bergas di 1 orang, tidak bergas di orang lain.

Jadi seperti yang saya bilang. Kita yang tau tubuh kita. Kaya orang bilang jahe bagus untuk perut, tapi saya ngga bisa karena bisa bikin perut bergas. White bean juga bisa bikin perut kram.

PaprikaLoca: kalau minuman gimana kak, ada yg dipantang kah? misal kopi, alkohol ?

Christine Putri: Kopi saya strict dengan kopi hitam, prefer yang organic. Saya pun ngga suka kopi mesin.

Jadi biasa minum kopi dari rumah. Kalau alkohol juga sesekali. Tapi saya menemukan bahwa whiskey dicampur herbs sebenernya membantu pada saat kembung.

Ingredientsnya saya pernah post di IG saya ( www.instagram.com/becomingputri ) Intinya semua yang berlebihan tidak pernah baik ya.

Saya juga melalui trial dan error. Mencoba mencari yang pas di perut saya. Kalau kopi latte sudah pasti ke toilet kecuali dicampur almond milk atau coconut milk.

PaprikaLoca: apakah hidup sehat yang kakak lakukan, ditularkan juga kepada anak-anak?

Christine Putri: Sudah pasti. Karena mereka bisa share lagi ke temennya dan jadi contoh. Perbedaannya pun keliatan.

Intinya jika mau merubah gaya hidup ngga usah muluk-muluk sih, dijalankan dengan senang tanpa mikir repot.

Yang penting lama-lama bisa jadi gaya hidup yang berkelanjutan bukan gaya hidup momentum. Banyak orang selesai katering dietnya, hilang 5kg, baliknya 10kg ??

Puji: Malam mba christine, untuk anak-anak apakah dalam penerapan pola makan sehatnya sering cheating atau gimana ya? Mengingat lingkungan kadang kurang mendukung walau di rumah sudah strict

Christine Putri: Buat anak-anak saya ajarkan konsepnya dulu sehingga mereka bisa bilang tidak.

Jadi kalau dapat goodie bag dari sekolah mereka bisa buang dan tidak dimakan. Makanan mereka sama aja dengan yang saya makan.

Hanya ingredient semua saya pakai bahan alami tanpa MSG ataupun bumbu instant. Cheating cuma kalau liburan dan weekend.

Itu pun bukan cheating sengaja. Kami makan di luar pun memilih resto yang layak. Beberapa junk food sudah kami banned selamanya. Karena memang tidak layak dikonsumsi

PaprikaLoca: Kak Christine maaf, anak kakak ada yang Autoimmune juga yah? Jenis apa kak? Boleh dishare bagaimana pengalamannya juga, kak.

Christine Putri: Anak saya yang kecil waktu umur 1.5 tahun didiagnosa neutropenia, tidak bisa produksi darah putih.

Puji Tuhan sudah beberapa tahun terakhir ini kondisinya normal seiring dengan perkembangan organnya dan juga hidup sehat meski sekarang harus catch up dengan berat badannya.

Tapi anaknya cukup sehat sekarang ngga suka sakit-sakitan. Karena kondisi dia juga, dia cukup tau diri untuk tidak makan sembarangan

Winda: pernah coba kaldu jamur yang bubuk buatan salah satu kampus di Bogor itu kah? Kira-kira gimana mba?

Akhir-akhir ini makin penasaran sama kaldu jamur, Pernah coba kah? Untuk seasoning pakai apa mba yang alami-alami? Selain kaldu daging

Christine Putri: Oo ngga pernah mbak…hahaha….saya agak jarang pake-pake kaldu, nyetok sih ada buat urgent, tapi saya selalu nyetok kaldu sayur sendiri.

Jamur rada jarang, pernah pakai yang import dan juga lokal dari jogja. Saya kalau masak lebih sering pakai kaya oregano, basil, cummin dan teman-temannya.

Bisa diliat di IG sih mbak. Masakanku kaya masakan biasa cenderung western, dan simple. ?? yang penting niat dan ngga malas hahaha

Diana Harahap: Kaldu sayur bagaimana bikinnya mb?

Christine Putri: Rebus wortel, bawang bombay, seledri, bawang putih, tomat itu yang basic mbak. Kasih garam begitu mendidih. Biasa aku masak nasi pakai kaldu sayur supaya ada flavor. ngga plain rasanya. Bisa juga buat sup.

Diana Harahap: Kaldu ini dibuat dadakan?

Christine Putri: Bisa dibuat kapan saja. Direbus sampe air mendidih, kompor matiin, ditutup supaya meresap sekitar 20 menit

Diana Harahap: Bagaimana cari nyetok kaldu sayur? Dibeku?

Christine Putri: Kalau saya tau bakal dipakai 3 hari kedepan saya masukin botol taruh di kulkas. Kalau mau simpan lama bisa dibekukan

Hartani Asri: Sayur apa saja Biasa dipakai yang Paling enak mbak

Christine Putri: Rebus wortel, bawang bombay, seledri, bawang putih, tomat itu yang basic mbak. Kasih garam begitu mendidih. Biasa aku masak nasi pakai kaldu sayur supaya ada flavor. ngga plain rasanya

Hartani Asri: Ok mbak ? Mbak Christin pernah coba kaldu Tempe? Bisa dibuat sendiri enak juga

Christine Putri: Belum mbak. Nanti saya pelajari

Hartani Asti: Kalau saya pernah buat Tempe dikeringkan pakai oven Iris Tipis, kalau Kering diblender. Bisa ditambah bawang putih Yang sudah digoreng kering. Kalau mau sedikit asin, tambahkan sea salt.

Christine Putri: Noted mbak. Terima kasih. Nanti saya coba

PaprikaLoca: kak christine biasanya olahraga yang dilakukan olahraga apa saja?

Christine Putri: Yang rutin yoga, yoga cardio dan berenang. Kalau iseng join kelas muay thai

PaprikaLoca: trus ada kemungkinan kambuh ga sih kak autoimmune nya? dan kalau kenapa bisa terjadi?

Christine Putri: Ada banget. Ketika kondisi drop. Mulai dari kurang istirahat, makan sembarangan. Stress, Biasa itu pemicunya.

Eva Martiana: Saya baru gabung mba, selamat malam. Saya belum scroll ke atas mba, tapi saya mau tanya apakah penyakit rersebut bisa menurun? Terima kasih

Christine Putri: Autoimmune hanya 20% genetic. Sebenernya ini kaya lingkaran setan aja. Kalau saya ngga mulai ajarin anak-anak hidup sehat, maka nanti mereka akan adopsi gaya hidup yang sama. Jadi pilihan ada di kita, apakah kita mau anak-anak kita mewarisi yang tidak baik?

Eva Martiana: Tentu tidak Mba. Iya mba saya juga udah mulai menerapkan gaya hidup sehat, udah non MSG, makan pakai beras merah.

Christine Putri: Diselang seling aja mbak nasi merah, coklat, hitam dan putih. Supaya hidup lebih berwarna.

Eva Martiana: ??? saya masih campur sama beras putih mba, masih mengenalkan sama anak-anak biar ga aneh rasa nya,

Christine Putri: Masak nasi ngga harus plek tanpa apa-apa ya menurut saya bisa dicampur macam-macam biar ada rasanya.

Misal dimasak pake.kaldu sayur atau ayam. Ditambah tumisan bawang. Atau campur butter dikit. Atau dibuat nasi goreng merah.

Jadi anak juga makannya happy. Dan otaknya tidak merekam nasi merah tidak enak rasanya.

Eva Martiana: Oke makasih mba atas sarannya, sejauh ini sih anak-anak makannya lahap walaupun sama nasi merah campur nasi putih. Saya coba sarannya, terima kasih mba sudah sharing

BACA JUGA : Buku Autoimun: The True Story (Review)

Penutup

Christine Putri:

Saran saya buat yang hidup di kota Jakarta yang semrawut dan hectic, belajar untuk memPrioritaskan hidup untuk memaksimalkan kualitas hidup.

Belajar memikirkan jangka panjang dan investasi yang dilakukan sekarang akan membuahkan hasil di kemudian hari, tidak ada yang instant.

Mengubah diet tidak ada yang instant. Waktu yang ada dipergunakan untuk belajar dan mencari tahu.

Prioritaskan kesehatan dan keluarga, semoga semua bisa menyeimbangkan hidup ya. Bekerja dan bersenang-senang.

Baca juga:

Kesimpulan

Artikel ini adalah rangkuman percakapan dalam diskusi WhatsApp Group antara Christine Putri dan anggota Komunitas Paprika Loca!

Diskusi seputar isu kesehatan diadakan tiap Rabu malam Pk.19.00 – 21.00. Jika Anda ingin bergabung, Anda bisa kirim pesan via Whatsapp ke +62 813-1515-9860 atau klik link berikut ini : http://bit.ly/PaprikaLoca_WAG