Pada Mei 2013 warung kecil yang menyediakan masakan khas jawa timuran dibuka di kawasan pasar Jatinegara. Warung itu kemudian dikenal sebagai warung nasi Pecel karena rasa sambel pecelnya yang khas. Bahkan ada pelanggan yang membawa sambel Pecel itu ke Belanda sebagai oleh-oleh.

Pada September, melalui postingan di FB, diketahui bahwa KOI akan menyelenggarakan OGH ke-3 di Kompas Gramedia Palmerah. Saat itulah baru muncul nama Omah Lawuh sebagai merek dagang. Sejak terlibat dalam kegiatan KOI, Omah Lawuh berkomitmen untuk, secara bertahap, menyediakan produk yang 100% organik. Sesuai namanya, Omah Lawuh ingin menjadi rumah bagi semua makanan berkwalitas. Obsesinya adalah menghadirkan makanan yang lezat, sekaligus sehat.