Diet Tepat untuk Penyintas Autoimun

0
524
Diet Tepat untuk Penyintas Autoimun

Apa itu Autoimunitas?

Autoimunitas merupakan sebuah kondisi dimana tubuh memproduksi antibodi, yang seharusnya untuk melawan virus atau bakteri penyebab penyakit, muncul secara berlebihan dan malah menyerang tubuh kita sendiri.

Tingkat stres yang tinggi, polusi, dan gaya hidup yang tidak sehat menjadi pencetus kondisi autoimun. Tetapi, makanan yang kita makan sehari-hari menjadi penyebab utamanya.

Maka, bagi para penyintas autoimun, membatasi dan mengatur pola makan adalah hal wajib yang perlu dilakukan.

Cara Sederhana untuk Mengetahui Apakah Diet yang Dilakukan Sudah Tepat

Dr. Stevent Sumantri, SPPD-DAA, dari Marisza Cardoba Foundation memberi cara-cara sederhana untuk mengetahui apakah diet atau pola makan yang dilakukan sudah tepat atau belum, terutama bagi para penyintas :

1. Batasi dan hitung kalori

Bagi para penyintas autoimun, menyadari kebutuhan kalori yang diperlukan oleh tubuh adalah hal yang sangat penting.

Pada dasarnya, rata-rata kalori ideal yang dibutuhkan oleh wanita adalah 2.000 kalori dan pria 2.500 kalori. Jumlah ini masih dapat berubah sesuai dengan berat badan dan aktivitas kita sehari-hari.

Jika aktivitas yang Anda lakukan termasuk cukup aktif dan berat, Anda dapat mengurangi 500 kalori dari jumlah kalori ideal.

Sebagai bahan bakar untuk tubuh, kalori yang berlebihan justru dapat:

  • Meningkatkan resiko peradangan di dalam tubuh,
  • Menimbulkan kondisi autoimun,
  • Dan mencetuskan banyak penyakit kronik lainnya seperti diabetes, kolesterol, dan hipertensi.

Oleh karena itu, “potong” jumlah kalori menjadi rekomendasi bagi para penyintas agar kondisi autoimun dapat dihindari.

2. Seleksi minuman yang dikonsumsi

Sekitar 60 persen dari tubuh manusia adalah air, maka tidak heran jika kita memerlukan asupan air yang cukup untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi.

Tetapi, jumlah air yang dibutuhkan oleh tubuh setiap orang berbeda-beda. Anda dapat menghitungnya dengan rumus berikut ini :

  • Kebutuhan air wanita : 25 x berat badan ideal
  • Kebutuhan air pria : 30 x berat badan ideal

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, minumlah 1 – 2 gelas air setiap 2 jam selama kita bangun.

Tidak Disarankan Untuk Memenuhi Kebutuhan Minum

Dan, tidak disarankan Anda minum langsung banyak air dalam satu waktu. Hal ini untuk menghindari jantung dan paru-paru kita bekerja secara berlebihan karena pasokan air yang berlebihan juga.

Minuman yang Direkomendasi

Selain air putih, minuman yang direkomendasikan untuk para penyintas autoimun adalah kopi.

Mengkonsumsi 4 cangkir espresso setiap hari dapat meningkatkan harapan hidup seseorang, jika dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya sama sekali, dan mencegah inflamasi.

Meskipun demikian, pastikan Anda memiliki kopi yang asli dan bukan kopi instan yang lebih banyak mengandung gula dan perasa daripada kopinya sendiri.

3. Kenali pencetus autoimun

Setiap orang memiliki pencetus autoimun yang bereda-beda sesuai dengan gen yang diturunkannya. Setiap kondisi unik.

Oleh karena itu, tidak ada patokan diet yang paling sesuai untuk semua penyintas autoimun.

Anda dapat membuat buku harian yang bisa digunakan untuk mencatat reaksi tubuh terhadap berbagai jenis makanan.

Melalui cara sederhana ini, para penyintas dapat mengenali pencetusnya dengan lebih mudah.

4. Perbanyak zat-zat anti inflamasi

Jumlah kuman di dalam tubuh manusia, setidaknya 10 kali lebih banyak dari jumlah sel kita sendiri.

Faktanya, tubuh kita tidak hanya memiliki kuman penyakit, tetapi juga kuman baik yang terdapat di seluruh organ tubuh.

Kuman baik inilah yang membantu dalam meregulasi sistem inflamasi kita. Untuk melakukannya, si kuman baik membutuhkan bantuan dari nutrisi yang masuk ke tubuh kita.

Maka, kita, terutama para penyintas perlu memilih makanan yang banyak mengandung zat anti inflamasi.

Makanan-makanan tersebut, diantaranya:

  1. Virgin Coconut Oil (VCO),
  2. Dark Chocolate,
  3. Yoghurt,
  4. Tempe, kopi, sayur-sayuran, buah-buahan, serta makanan yang banyak mengandung probiotik dan prebiotik.

BACA JUGA : Makanan Apa Yang Baik Untuk Orang Dengan Autoimun? Ini Saran Para Ahli!