Before You Go Keto…

0
473
Photo by Eduardo Roda Lopes

Seperti apa definisi Diet Keto menurut Annas Ahmad – Coach sekaligus pengusaha Virgin Coconut Oil, Vico Bagoes ini. Mari kita simak pemaparannya berikut ini:

Annas Ahmad: oke, ijinkan saya sharing sedikit tentang pola makan yang lagi bikin banyak orang kepo. Sebelumnya ijinkan saya perkenalan singkat ya.

Nama saya Annas, sekarang aktivitas ngeblog di foodketo.com. Nah kalau teman-teman nyimak Tv One siang ini, di sana juga bahas tentang diet keto lho. Dan seperti biasa, pola diet yang anti mainstream selalu menjadi pro dan kontra.

Saya kenalan dengan keto sekitar tahun 2015, waktu itu ikut pameran mihas di KL. Saya jaga stand, lalu sebelum pulang mampir ke Kinokuniya, nemu buku judulnya Coconut Ketogenic Diet. Kalau mau beli bukunya bisa juga di amazon. Pengarangnya adalah dr Bruce Fife, salah satu dokter yang banyak melakukan riset tentang minyak kelapa. Pas banget buat saya yang selama ini memang berkecimpung di dunia perkelapaan sejak 2004. Tidak ada yang terlambat, tahun 2015, melalui izin Allah dengan buku tersebut saya mulai kenal dengan yang namanya keton.

nah, saya yang umurnya udah 30+ ini gak pernah denger apa itu keton. Makhluk apa itu… Disanalah salah satu rahasia di dunia nutrisi terungkap. Ini bagi saya pribadi lho, karena sebenarnya keton ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1920an, tapi memang tidak populer, terlebih lagi setelah penelitian (palsu) tentang lemak oleh Ancel Keys.

Saya dulu juga melakukan berbagai diet, dan berbagai referensi yang ada di pasaran memang semua menyarankan menghindari lemak, saat belajar buku Miracle Coconut Oil pun saya belum ketemu dengan jelas. Banyak yang bilang minyak kelapa itu bagus, tapi apa bagusnya? Bagusnya karena asam laurat. Kenapa asam laurat? Rangkaian pertanyaan-pertanyaan itulah akhirnya mengerucut ke suatu jawaban baru. Mindset baru. Keyakinan baru pada diri saya. Yaitu lemak adalah baik adanya….

Lemak penting bagi kesehatan, bagi tubuh kita. Menjauhi lemak malah memperburuk kesehatan kita.

Kalau kita belajar makro nutrisi : maka ada karbo, protein dan lemak. Di dunia nutrisi mengenal protein essensial. Mengenal juga lemak essensial. “Essensial” artinya tidak bisa dimetabolisme mandiri oleh tubuh ya tapi harus dari makanan. Ternyata yang menarik …. tidak ada karbo essensial.

Diet keto pada dasarnya adalah pola makan tinggi lemak, rendah karbo. Asal katanya dari keton bodies, yaitu subtrat tubuh yang dapat digunakan sebagai sumber kalori. Jadi target diet keto adalah menjadikan tubuh menggunakan lemak yang diubah menjadi keton sebagai sumber energi.

Selama ini kita hanya diperkenalkan karbohidrat / glukosa yang digunakan sebagai sumber energi. Sehingga tidak heran, kalau hampir semua panduan nutrisi di seluruh negara dasar piramidanya adalah karbohidrat. Karena memang informasi tentang keton ini mungkin suatu “rahasia”.

Lalu bagaimana menjalankan diet keto? Prinsipnya sederhana: bagaimana asupan kalori harian berasal dari 75% lemak, 20% protein, 5% karbohidrat

 

Kenapa akhirnya banyak yang pro?

Karena memang banyak sekali orang yang mencoba dan berhasil. Banyak artis seperti Kim Kardashian, mencoba diet ini dan it works! Dan kalau mau gabung dengan group-group keto baik di indonesia maupun internasional, banyak sekali sharing pengalaman yang berhasil dan sukses dengan pola keto ini.

Dan penelitian oleh dokter makin berkembang. Buku-buku yang membahas pola ketogenic pun semakin banyak. Memang saat ini masih banyak referensinya dari luar negeri. Alhamdulillah setelah sukses menjalankan pola ini, akhirnya saya rajin nulis di blog. Lalu mengirimkan paper penelitian untuk internasional conference di Bangkok, dan penelitian sederhana juga dilakukan melalui facebook group ketogenic indonesia. Akhirnya paper itu diterima, dan saya bisa presentasi tentang pola ketogenic yang bisa dijalankan untuk orang Indonesia.

Next, kenapa kok masih ada, bahkan mungkin banyak, yang kontra?

Karena memang segala referensi tentang nutrisi masih menggunakan basis karbohidrat dan glukosa. Ilmu nutrisi dan kedokteran di kampus masih banyak menggunakan referensi-referensi lama. Nah, di sini tantangan kita, apalagi yang bergelut di dunia medis, pasti diharapkan terus belajar dan belajar.

Karena ilmu Allah ini maha luas. Sudah banyak juga dokter dan ahli medis yang pro, walau juga masih ada yang belum sepenuhnya menerima. Kebanyakan memang masih bingung beda antara ketosis dan ketoacidosis. Yang lain juga masih takut karena paradigma lemak itu jahat, lemak jenuh harus dihindari. Padahal sudah banyak fakta menunjukkan sebaliknya.

Jadi seperti apa piramida makanan ketika menjalankan diet keto ? Ini dia…

Jadi begini langkah mudahnya:

  1. Berani makan lemak
  2. Menghindari karbohidrat (pati)
  3. Moderate protein
  4. Jaga asupan mineral dan mikronutrisi
  5. Kontrol kalori harian

dan tentu jika ada target kesehatan yang lebih tinggi perlu jaga juga terkait olahraga, tidur, dan stress.

BACA JUGA : Diet Ketogenik : Hidup Lebih Sehat dengan Pola Makan Tinggi Lemak

TANYA JAWAB

Dede: Diet keto ini masih pro dan kontra ya. Saya pernah kena ceramah dokter karena keto – kolesterol sampai 260 dan ketoin +3 kalau gak salah. Gula Darah Puasa 71. Pertanyaannya, kalau sdh GDP 80 dan berat badan sesuai keinginan, apakah bisa berhenti keto dan fokus saja di diet low carbs dan sugar?

Annas Ahmad: kembali ke ibu, apa tujuan menjalankan keto. kalau saya merasakan banyak manfaat ketika menjalani pola ketogenic ini. Misal makin segar, makin rajin olahraga, tidak mudah ngantuk, tidak lagi pegel-pegel… so saya tetap berusaha dalam keadaan ketosis dengan menjaga asupan makanan.

Mas Sally: Mas apakah berkaitan dengan asupan kalori per hari? Dan pencapaiannya ke arah body mass index? Terima kasih

Annas Ahmad: teori kalori saya sebenarnya juga tidak sepenuhnya setuju, karena sebenarnya ketika kita menjalani diet keto, secara otomatis tubuh kita memberikan signal kenyang. Kalau untuk BMI, ya ini kita pakai saja sebagai parameter berat ideal

Ibu Luci: Apakah makanan di bawah termasuk lemak? (Urat – Kikil – Otak – Sengkel – Ampla – Hati – Ceker – Buntut – Tulang sumsum – Tulang iga – Ayam – Bebek – Ikan)

Annas Ahmad: Cek aja nutrition fact dari masing-masing bahan. berapa banyak lemak, protein, dan karbonya

Bunga Sirait: Mau tau dong tipikal menu mas seperti apa. Mungkin contoh ya makan malam ini, makannya apa sih? Penasaran aja

Annas Ahmad: wah makan malam saya baru saja abis. ini tadi makan opor ayam, tadi siang soto betawi. catatan : tanpa nasi, mie, roti, singkong, kentang, jagung,…

makan yang cukup juga ya. artinya sesuaikan juga porsinya. misal opor ayam, ya saya makan 2 potong lah. sama sambel dan kuahnya santen kentel. pilih juga dagingnya yang kaya lemak, bukan yang lean meat, misal bagian itu tuh ? atau di kulitnya juga. kalau masih kurang lemak siram aja ama vco

Leni Marlian: Minta menu harian, jika berkenan..  ??

Annas Ahmad: silahkan download panduannya bu leni. ada di blog http://www.foodketo.com

Annas Ahmad: oh ya, saya juga mohon doanya agar buku tentang ketogenic yang sudah tersimpan setahun di laptop saya ini segera bisa terbit yaaaaa. semoga bisa menjadi tambahan ilmu bagi kita semua.

“Mereka meninggal dan tersisalah apa-apa yang mereka perbuat, dan seakan-akan peninggalan abadi mereka hanyalah apa yang mereka tulis dengan pena.” (Al-Bayan wat tabyin juz I hal. 476)

jika ada kesalahan, kekhilafan, asalnya dari saya pribadi. mohon maaf sebesar-besarnya. segala kebenaran hanya milik Allah…

PapricaLoca: Utk yang masih kepo sama pengalamannya mas Annas berdiet keto. Bisa cek di web nya www.foodketo.com yah. Klo pertanyaan terkait medisnya, ada baiknya bisa tetap dikonsultasikan dengan dokter. Mas Annas di sini hanya sharing berdasarkan yang dijalankannya. Kembali lagi pilihannya ada di diri kita masing-masing   #askyourbody

Artikel ini adalah rangkuman percakapan dalam diskusi WhatsApp Group antara Annas Ahmad dan anggota Komunitas Paprika Loca! Diskusi seputar isu kesehatan diadakan tiap Rabu malam Pk.19.00 – 21.00. Jika Anda ingn bergabung, Anda bisa menghubungi Whatsapp ke +62 813-1515-9860 atau klik link berikut ini : http://bit.ly/PaprikaLoca_WAG