Deepak Chopra Memulai Kampanye Kesehatan Mental

0
1121
Sumber: https://www.pendulumtalks.com

Bahkan seorang tokoh holistik yang selalu tampak tenang seperti Deepak Chopra pun pernah merasa stres dan depresi.

“Saya pernah berada dalam titik menggunakan rokok dan alkohol untuk rileks,” kata Deepak, seperti yang dilansir di laman Thrive Global.

Seperti yang kita tahu, “pelarian” fana tersebut tidak membantu dan malah memperburuk keadaan.

Kenapa banyak orang susah untuk lepas dari stres? Menurut Deepak Chopra ada dua hal yang menjadi penyebabnya, yaitu mengabaikan langkah kecil yang sehat yang semestinya akan membuat mood menjadi lebih baik, atau enggan mengakui kalau Anda sedang berada dalam kondisi tidak baik.

“Mari berbagi kerentanan, temukan orang-orang atau komunitas yang dapat mendukung kondisimu yang sedang tidak stabil, percayalah kalau Anda tidak sendirian,” imbau Deepak.

Banyak orang takut menjadi rentan, karenanya ogah mengaku kalau dirinya sedang “bermasalah”.

Berbagi tentang apa yang Anda rasakan akan mendorong orang untuk bercerita juga sehingga timbul empati. Dari empati akan ada tindakan untuk saling mendukung dan terbentuklah support system.

Dari pemikiran ini, Agustus 2019 lalu, Deepak bersama pengusaha Poonaca Machaiah, aktris Gabriella Wright dan sutradara Michel Pascal, memulai kampanye dan gerakan global “Never Alone”.

BACA JUGA: Kenapa Sulit Berhenti Ngemil (atau Kebiasaan Buruk Lainnya)? Ini Penjelasan dari Perspektif Hipnoterapi

Dana yang terkumpul dari gerakan ini rencananya akan digunakan untuk membangun konten, platform yang menyediakan bantuan dampingan kesehatan mental baik secara online dan real time.

Bunuh Diri adalah Tragedi Kemanusiaan

“Bunuh diri adalah tragedi kemanusiaan di era modern teknologi saat ini,” kata Deepak. Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Thrive Global,  2.000 penduduk Amerika Serikat yang berusia 18 – 85 tahun menunjukkan gejala stres dan tidak tahu kalau mereka sedang di ambang depresi.

Hampir separuh dari jumlah tersebut tidak tahu bagaimana cara meningkatkan kesehatan mentalnya. Makanya, tidak heran kalau bunuh diri adalah penyebab kematian terbesar kedua di Amerika dengan rentang usia 10-34 tahun!

Lantas, bagaimana cara untuk menekan peningkatan stres dan kecenderungan bunuh diri ini? Seperti yang sudah disinggung di atas, Anda bisa memulainya dengan melakukan langkah kecil sehat dan speak up kalau Anda sedang tidak baik-baik saja!

Berikan dukungan kepada rekan kerja, teman, keluarga yang tampak cemas, terlihat tertekan, kurang tidur, dan menunjukkan gejala menyakiti dirinya sendiri. Tunjukkan eprhatian yang mendalam, kasih sayang, dan jangan menganggap mereka yang sedang tertekan sebagai jiwa-jiwa baperan yang sedang mencari perhatian.

BACA JUGA: Menyikapi Tingginya Angka Bunuh Diri di Indonesia

Berbicara tentang langkah kecil, Anda bisa memulainya dengan melakukan hal-hal yang direkomendasikan oleh Deepak berikut ini:

  1. Tidur Nyenyak

“Bagaimana bisa tidur nyenyak, wong tidur saja nggak bisa!”

Jika itu adalah komentar Anda, coba mulai ubah hal-hal yang bisa memicu Anda untuk tidur larut malam, seperti misalnya minum kopi menjelang malam dan memegang gadget di tempat tidur untuk mengusir jenuh. Cobalah untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang menahan kantuk ini.

  1. Mengubah Pola Makan

Kalau Anda menganggap rokok dan alkohol bisa mengusir stres, Anda salah besar! Dua kebiasaan ini malah membuat tubuh rusak dan menurunkan sistem imunitas tubuh. :

Lebih baik konsumsi makanan sehat. Percayalah, makanan sehat membuat mood Anda lebih baik, dan makanan junk food/instan justru akan membuat Anda semakin terpuruk dalam kegaulan.

Asparagus: kaya akan Vitamin B untuk menenangkan pikiran

Alpukat: membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh

Salmon: asam lemak omega 3 membuat otak berfungsi normal

Jeruk: Vitamin C dapat mengatur kerja kortisol

Dark chocolate: dapat mengurangi stres

Chamomile tea: mengurangi kecemasan

Brokoli: kandungan magnesiumnya bisa mengurangi ketegangan

  1. Aktif Berolahraga

Melewati malam di club mungkin terkesan bisa melepas penat. Tapi apa sebenarnya yang Anda harapkan dari mengonsumsi minuman keras, menghirup asap rokok, pulang dini hari serta kegiatan lain yang justru merugikan kesehatan.

Meski sulit memulai untuk yang belum aktif, olahraga wajib dicoba. Kita pasti pernah mendengar orang yang bersyukur telah memaksa dirinya berolahrga meskipun malas, karena sehabis olahraga kita merasa lebih baik dan badan lebih bugar?

Itu karena olahraga membuat tubuh kita rileks. Berlawanan dengan duduk atau terbaring berjam-jam merenungkan hal-hal yang makin membuat Anda depresi.

Pilihlah jenis olahraga yang cocok dan membuat hati Anda senang melakukannya. Di luar sana ada banyak sekali pilihan olahraga, dari yoga, pilates, zumba, martial art, dan lain sebagainya. Malas bergabung dengan sebuah kelas dan bertemu orang-orang baru?

Anda bisa menciptakan “kelas” Anda sendiri di rumah dengan mencari video tutorial olahraga yang ada di youtube. Masih malas juga? Pakai sepatu olahraga Anda, dan mulailah dengan jalan-jalan sekitar kompleks.

BACA JUGA: Semandtik Indonesia, Memanusiakan Artisan Batik