Kenali Musuh Anda: Daftar Aditif Yang Harus Dihindari

0
392
Kenali Musuh Anda: Daftar Aditif Yang Harus Dihindari
Kenali Musuh Anda: Daftar Aditif Yang Harus Dihindari

Sudah menjadi pengetahuan umum kalau umumnya makanan olahan tidak ideal untuk kesehatan kita.

Makanan ini sarat dengan bahan kimia yang merugikan tubuh. Sayangnya, bahan-bahan tambahan ini tidak mudah diidentifikasi, karena mereka tersembunyi di balik berbagai nama dan kode, dan pada kemasannya biasanya ditulis dalam font kecil yang membuat kita tidak mudah untuk membacanya.

Ironis, karena sebenarnya informasi ini justru penting untuk kita ketahui sebagai konsumen yang mengeluarkan uang untuk membeli produk tersebut.

Cara Terbaik Menghindari Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Cara terbaik untuk menghindari paparan bahan kimia berbahaya adalah dengan memahami aditif paling umum dan berbahaya yang paling sering ditemukan pada makanan. Inilah 5 bahan yang paling umum. Simpan ini sebagai catatan di smartphone Anda sebagai contekan ketika pergi berbelanja!

1.Pemanis Buatan Aspartam, (E951) lebih dikenal sebagai “gula diet” atau “bebas gula”

#1. Aspartam bukan teman Anda. Ia adalah nama lain dari gula buatan. Rasa manisnya melebihi rasa manis gula alami.

Terkadang kita tidak sadar sudah mengonsumsi aspartam. Aspartam dilaporkan dapat mengikis kecerdasan dan mempengaruhi memori jangka pendek.

Komponen pemanis beracun ini dapat menyebabkan berbagai macam penyakit termasuk:

  1. Tumor otak,Penyakit seperti:
  2. Limfoma,
  3. Diabetes,
  4. Multiple sclerosis,
  5. Parkinson,
  6. Alzheimer,
  7. Fibromyalgia,
  8. Dan kelelahan kronis,
  9. Gangguan emosi seperti depresi dan kecemasan serangan, pusing, sakit kepala, mual, kebingungan mental, migrain dan kejang.

Baca cermat produk yang Anda beli. Jika dalam kandungannya ada aspartame, taruh saja kembali ke rak.

Ditemukan di: Gula diet, Gula “nol kalori”, beberapa vitamin yang larut dalam air.

2. High Fructose Corn Syrup (Sirup Jagung Tinggi Fruktosa)

High Fructose Corn Syrup (HFCS) adalah pemanis buatan yang sangat halus yang telah menjadi sumber kalori nomor satu di Amerika Serikat.

Pemanis ini ditemukan di hampir semua makanan olahan. Jadi, cermati jika Anda membeli produk-produk dari Amerika Serikat ya.

Lebih cepat dari bahan lain, HFCS akan meningkatkan LDL  kadar kolesterol “buruk” Anda, berkontribusi terhadap perkembangan diabetes dan kerusakan jaringan.

Ditemukan di: sebagian besar makanan olahan, roti, permen, yogurt, salad dressing, sayur kalengan, sereal.

Beberapa pewarna makanan telah dilarang di berbagai negara maju
Foto: Tirzah

3. Trans Fat / Lemak Trans

Lemak trans digunakan untuk meningkatkan dan memperpanjang umur produk makanan. Zat ini merupakan salah satu zat paling berbahaya yang dapat Anda konsumsi.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lemak trans:

  1. Meningkatkan kadar kolesterol LDL sekaligus mengurangi HDL ( kolesterol “baik”),
  2. Meningkatkan risiko serangan jantung,
  3. Penyakit jantung dan stroke,
  4. Memperparah peradangan,
  5. Diabetes dan Masalah kesehatan lainnya.

Di Denmark minyak dan lemak yang mengandung asam lemak trans melebihi 2 persen telah dilarang. Ssebuah langkah yang efektif melarang minyak terhidrogenasi.

Ditemukan di: makanan olahan yang digoreng, makanan cepat saji yang dibuat dengan margarin, kerupuk, keripik, makanan yang dipanggang.

4. Pewarna Makanan

Studi menunjukkan bahwa pewarna buatan yang ditemukan dalam soda, jus buah dan salad dressing, dapat menyebabkan masalah perilaku pada anak-anak dan menyebabkan penurunan yang signifikan pada tingkat kecerdasan. Penelitian pewarna makanan pada hewan juga telah dikaitkan dengan kanker.

Hati-hati pada produk yang dalam kandungannnya tercatat: Biru # 1 dan Blue No. 2 (E133)  yang sudah dilarang di Norwegia, Finlandia dan Prancis karena dapat menyebabkan kerusakan kromosom.

Ditemukan di: permen, sereal, minuman ringan, minuman olahraga dan makanan hewan peliharaan.

Pewarna merah # 3 (juga Red # 40) (E124) – Sudah banyak dilarang di beberapa negara sejak tahun 1990.

Telah terbukti menyebabkan kanker tiroid dan kerusakan kromosom pada hewan laboratorium, juga dapat mengganggu transmisi otak-saraf. Ditemukan di: koktail buah, buah cheri, cherry pie campuran, es krim, permen, produk roti dan banyak lagi!

Yellow # 6 (E110) dan kuning Tartrazine (E102) – Dilarang di Norwegia dan Swedia. Meningkatkan jumlah ginjal dan tumor kelenjar adrenal pada hewan laboratorium, dapat menyebabkan kerusakan kromosom.

Ditemukan di: keju Amerika, makaroni dan keju, permen dan minuman bersoda, dan limun.

Untuk lebih banyak mengenal tambahan makanan yang sudah dilarang di berbagai negara, lihat di sini.

Konsumsi rutin MSG dapat menyebabkan efek samping  yang meliputi depresi, disorientasi, kerusakan mata, kelelahan, sakit kepala, dan obesitas.
Foto: kattebelletje 

5. Monosodium Glutamat (MSG / E621)

Di Indonesia, banyak orang yang sudah paham untuk menjauhi MSG. Senyawa ini adalah asam amino yang digunakan sebagai penambah rasa dalam sup, saus salad, keripik, makanan beku, dan makanan restoran di restoran.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin MSG dapat menyebabkan efek samping yang merugikan tubuh yang meliputi depresi, disorientasi, kerusakan mata, kelelahan, sakit kepala, dan obesitas.

Ditemukan di: makanan restoran Cina (Chinese Restaurant Syndrome), snack seperti keripik, kue, bumbu.

Untuk lebih banyak mengenal zat tambahan yang sebaiknya kita hindari, baca di sini.