‘‘Coffee Nap’’: Minum Kopi Dulu, Baru Tidur Siang

0
4471
kopi tidur

Tidur sering diasosiasikan dengan bermalas-malasan atau membuang-buang waktu. “I’ll sleep when I’m dead,” begitu salah satu ungkapan yang meremehkan kegiatan tidur karena harus berpacu dengan waktu di kehidupan yang serba cepat ini.

Padahal tidur sangat berpengaruh pada kesehatan manusia, sehingga sampai ada World Sleep Day yang diperingati setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadaran orang akan pentingnya tidur berkualitas.

Peringatan ini jatuh pada hari Jumat sebelum musim semi dimulai tiap tahunnya. Tahun ini, kita memperingatinya pada 13 Maret 2020.

Untuk itu, kami menulis kembali salah satu artikel yang berkaitan dengan tidur, yaitu coffee nap yang layak untuk dicoba!

Bagaimana cara coffee nap bekerja?

Kopi dan tidur siang (nap) mungkin tampak berlawanan. Minum kopi kan supaya tidak ngantuk, kok malah dibawa tidur siang?

Tapi beberapa penelitian mengungkapkan bahwa menggabungkan kopi dan tidur siang justru dapat meningkatkan produkivitas!

Berangkat dari penemuan ini muncullah istilah ‘‘coffee nap.”

Untuk memahami konsep coffee nap, kamu harus memahami dulu bagaimana kafein bisa memengaruhi kamu. Setelah kopi diminum, dia akan diserap melalui usus kecil dan masuk ke aliran darah, lalu masuk ke otak. Di sana, ia masuk ke dalam reseptor yang biasanya diisi oleh molekul yang disebut adenosin.

Adenosine adalah produk sampingan dari aktivitas otak. Ketika terakumulasi dan cukup tinggi, ia terhubung ke reseptor-reseptor ini dan membuat Anda merasa lelah. Kafein akan menghalangi reseptor.

Seperti yang ditulis Stephen R. Braun dalam Buzz: The Science and Lore of Alcohol and Caffeine, itu seperti “meletakkan balok kayu di bawah salah satu pedal rem utama otak.”

Nah, tidur secara alami membersihkan adenosin dari otak. Jika kamu tidur lebih lama dari 15 atau 20 menit, otak cenderung memasuki tahap tidur yang lebih dalam dan perlu waktu lebih lama untuk kembali “sadar” secara penuh.

Tapi tidak begitu jika kamu tidur siang singkat, selama kira-kira 20 menit.

Diperlukan sekitar 20 menit untuk kafein melewati saluran pencernaan dan aliran darah. Jadi kafein baru akan bekerja kira-kira dalam waktu 20 menit setelah kamu meminumnya. “Waktu tunggu” inilah yang kita pakai untuk melakukan tidur siang (power nap) dan bangun, 20 menit kemudian, pada saat kafein mulai bekerja.

Tidur siang secara alami akan membuat seseorang merasa lebih segar dan berpikir lebih baik, sehingga kebiasaan untuk minum kopi sebelum tidur siang menarik untuk dicoba jika kita ingin menaikkan energi dengan efektif.

Studi Coffee Nap

Beberapa studi pernah dilakukan untuk membuktikan teori coffee nap, salah satunya  pernah diterbitkan di Psychophysiology jurnal tahun 1997.

Studi ini menemukan, jika seorang dewasa mengkonsumsi 200 mg kafein (2 cangkir kopi), kemudian tidur siang, maka secara keseluruhan ia dapat melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dalam sebuah simulasi tes mengemudi, dibandingkan dengan seseorang yang hanya melakukan tidur siang tanpa minum kopi.

Studi lain yang diterbitkan di Clinical Physiology jurnal tahun 2003 mencoba membandingkan efek peringatan terhadap cahaya, antara mencuci muka dan mengkonsumsi kafein sebelum tidur siang.

Kafein ternyata bekerja paling efektif sebagai penyegar setelah tidur siang.

Meskipun demikian, kita belum mendapat kepastian tentang dosis yang cukup dari coffee nap untuk meningkatan fokus dan energi.

Dr. Suzanne Stevens (Spesialis Tidur) Berpendapat

Dr. Suzanne Stevens, spesialis tidur dari Universitas Kansas, berpendapat bahwa jika kita tidur siang pada waktu yang tepat, kita bisa menjadi lebih produktif dalam beberapa jam setelahnya.

Ini karena pilihan waktu yang berbeda-beda dalam melakukan coffee nap dapat mempengaruhi efektifitasnya dalam meningkatkan energi.

Selain itu, coffee nap tidak direkomendasikan untuk seseorang yang menderita insomnia, tidur siang dan mengkonsumsi kafein secara rutin bisa memperburuk kondisinya.

Mengutip penyataan dari Elika Kormeili, seorang terapis dari California, kafein dan tidur siang dapat membuat seseorang sulit tidur, dan juga meningkatkan kecemasan di malam hari.

Tidak hanya itu, kafein juga memiliki efek samping lain bagi beberapa orang, diantaranya:

  1. Meningkatkan kecemasan dan kegelisahan,
  2. Meningkatkan detak jantung yang tidak biasa,
  3. Menyebabkan insomnia
  4. Menurunnya asam di dalam tubuh, serta masalah pencernaan lainnya.

Maka, coffee nap ini tidak dianjurkan untuk mereka yang sensitif terhadap kafein.

Kesalahan Dalam hal Melakukan Coffee Nap

Kesalahan dalam melakukan coffee nap juga malah bisa menimbulkan efek sampai yang tidak baik, misalnya:

  • Tidur siang lebih dari 30 menit dapat meningkatkan kemungkinan untuk membuat kita masuk ke dalam fase tidur deep sleep dan membuat susah bangun, meskipun setelah mengkonsumsi kafein.

Kesimpulannya, para peneliti peneliti setuju bahwa jika waktu dan dosisnya benar, coffee nap akan membantu seseorang untuk bangun lebih segar, jika dibandingkan dengan hanya tidur siang, atau hanya dengan minum kopi.