‘‘Coffee Nap’’ untuk Meningkatkan Produktivitas

0
218

Kopi dan tidur siang (nap) merupakan dua hal yang selalu mampu dinikmati hampir semua orang untuk berbagai alasan, mulai dari untuk beristirahat hingga menghilangkan kepenatan. Tapi, siapa sangka jika menggabungkan kopi dan tidur siang dapat meningkatkan produkivitas kamu? Mari cari tahu lebih lanjut.

Jika dilihat dari komponen stimulan yang dimiliki oleh kafein, menggabungkannya dengan tidur siang bukanlah ide yang baik. Akan tetapi, beberapa pemikiran mengatakan bahwa minum kopi dan dilanjutkan degan tidur/istirahat siang dapat meningkatkan mood seseorang, jika dilakukan dengan benar. Berangkat dari fakta inilah muncul istilah ‘‘coffee nap.”

Bagaimana cara coffee nap bekerja? Minumlah segelas kopi, seperti yang biasa kamu lakukan. Kemudian, lanjutkan dengan tidur atau istirahat sejenak sebelum kembali bekerja. Hal ini perlu dilakukan karena kafein baru akan bekerja dengan maksimal setelah 30 menit. Inilah waktu yang sangat efektif untuk melakukan tidur siang (power nap).

Baik tidur maupun kafein dapat menghalangi reseptor otak terhadap adenosine yang dapat menyebabkan kantuk. Selain itu, tidur siang membuat seseorang merasa lebih segar. Dan, mengenalkan kebiasaan untuk minum kopi sebelum tidur siang bisa menaikkan energi dengan efektif.

Beberapa studi pernah dilakukan untuk membuktikan teori coffee nap, salah satunya adalah yang diterbitkan di Psychophysiology jurnal tahun 1997. Studi ini menemukan, jika seorang dewasa mengkonsumsi 200 mg kafein (2 cangkir kopi), kemudian melakukan tidur siang, maka secara keseluruhan ia dapat melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dalam sebuah simulasi tes mengemudi dibandingkan dengan seseorang yang hanya melakukan tidur siang tanpa minum kopi. Studi lain yang diterbitkan di Clinical Physiology jurnal tahun 2003 mencoba membandingkan efek peringatan terhadap cahaya, antara mencuci muka dan mengkonsumsi kafein sebelum tidur siang. Kafein bekerja paling efektif sebagai revitalizer setelah tidur siang.

Tetapi, meskipun demikian, kita tidak bisa menjamin dosis yang cukup dari coffee nap untuk meningkatan fokus dan energi. Dr. Suzanne Stevens, spesialis tidur dari Universitas Kansas, berpedapat bahwa jika kita tidur siang pada waktu yang tepat, kita bisa menjadi lebih produktif dalam beberapa jam setelahnya. Ini karena pilihan waktu yang berbeda-beda dalam melakukan coffee nap dapat mempengarufi efektifitasnya dalam meningkatkan energi.

Selain itu, coffee nap tidak direkomendasikan untuk seseorang yang menderita insomnia, tidur siang dan mengkonsumsi kafein secara rutin bisa memperburuk kondisinya. Mengutip penyataan dari Elika Kormeili, seorang terapis dari California, kafein dan tidur siang dapat membuat seseorang sulit tidur, dan juga meningkatkan kecemasan di malam hari. Tidak hanya itu, kafein juga memiliki efek samping lain bagi beberapa orang, diantaranya meningkatkan kecemasan dan kegelisahan, meningkatkan detak jantung yang tidak biasa, menyebabkan insomnia dan menurunnya asam di dalam tubuh, serta masalah pencernaan lainnya. Maka, coffee nap ini tidak dianjurkan untuk mereka yang sensitif terhadap kafein.

Kesalahan dalam melakukan coffee nap juga dapat memberikan efek sampai yang tidak baik, misalnya tidur siang lebih dari 30 menit dapat meningkatkan kemungkinan untuk membuat kita masuk ke dalam fase tidur deep sleep dan membuat susah bangun, meskipun setelah mengkonsumsi kafein. Sementara itu, tidak berarti kita medapatkan dosis kafein yang cukup hanya karena kita meminum kopi. Tetapi, jika waktu dan dosisnya benar, coffee nap akan membantu seseorang untuk bangun lebih segar, jika dibandingkan dengan tidur siang pada umumnya. So, daripada mengkonsumsi lima atau emang cangkir kopi setiap hari, kita hanya butuh satu atau dua cangkir kopi dan dilanjutkan dengan tidur siang selama 30 menit.