Ladies, Ini 4 Cara Cegah Menopause Datang Sebelum Waktunya!

0
1423
cegah menopause
Photo by Gianna Trewavas on Unsplash

Menopause merupakan akhir dari periode haid atau menstruasi seorang wanita. Fase ini merupakan fenomena normal yang biasanya akan terjadi di sekitar usia 45-55 tahun. Seorang wanita dikatakan sudah menopause bila siklus menstruasinya tidak berjalan lagi selama minimal 12 bulan.

Hanya saja, beberapa wanita mungkin memasuki babak tersebut sebelum waktunya, yang disebut perimenopause, yakni masa transisi yang terjadi di awal usia 40 tahunan atau pertengahan 30 tahunan.

Kondisi menopause prematur dikatakan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan Anda seperti depresi, penyakit diabetes tipe 2, dan bahkan stroke. (Sumber: 1, 2, 3)

Kabar baiknya, kita bisa menghindari kondisi-kondisi tersebut dengan mempraktikkan beberapa kiat yang disarankan berdasarkan penelitian dan sumber-sumber terpercaya.

1. Menghindari Asap Rokok 

Sejumlah penelitian membuktikan adanya hubungan sebab akibat antara ekspos asap rokok dan ketidaksuburan dan kondisi menopause yang muncul sebelum seseorang menginjak umur kepala lima. Penelitian tersebut menyebutkan ekspos asap, yang artinya bukan hanya perokok tapi juga second-hand smoker atau perokok pasif.

Nah, jika Anda adalah seorang perokok namun tak ingin mengalami menopause dini, tak ada salahnya untuk mulai menghentikan kebiasaan tersebut.

Hal ini berlaku pula bagi Anda yang telah telanjur menjadi perokok pasif. Jangan ragu untuk menghimbau orang-orang di sekitar Anda agar mematikan rokoknya! Karena udara yang bersih dan sehat adalah hak Anda.

BACA JUGA: Tomat, Pembersih Mujarab untuk Paru-Paru (Mantan) Perokok

2. Konsumsi Vitamin D Dan Kalsium

Menurut studi yang tercatat di The American Journal of Clinical Nutrition, pola makan yang sarat kalsium serta vitamin D dapat mengurangi peluang seseorang mengalami menopause dini.

Hasil laboratorium membuktikan bahwa vitamin D dapat meningkatkan produksi hormon yang mampu memperlambat penuaan organ reproduksi pada wanita.

Selain itu, vitamin tersebut juga dikatakan dapat menunda hilangnya sel telur yang memang menjadi salah satu gejala utama pada fenomena menopause.

Asupan kalsium dikatakan memiliki khasiat yang sama karena hadirnya unsur ini bersama-sama dengan hormon pada susu sapi seperti contohnya progesteron diklaim dapat menekan risiko datangnya menopause secara prematur.

3. Menjaga Agar Berat Badan Tidak Kurang

Ya, Anda tak salah dengar. Sebuah riset yang dilakukan di University of Massachusetts di Boston ternyata menyimpulkan bahwa bobot tubuh yang berada di bawah rata-rata justru bisa memperbesar kemungkinan seseorang mengalami kemunculan menopause lebih cepat daripada seharusnya. Jadi, mungkin Anda tak perlu terobsesi lagi untuk memiliki tubuh kurus!

4. Diet Seimbang

Meski menggiurkan, makanan yang mengandung banyak komponen karbohidrat seperti nasi dan pasta tanpa kandungan gandum utuh ternyata rentan mengundang menopause di usia belia.

Untuk menundanya, para ahli menyarankan menu makanan yang banyak mengandung  sayur-mayur, buah, kacang-kacangan, serta protein dari ayam atau ikan seperti salem, sarden, maupun makerel. Para peneliti menyimpulkan bahwa menu sehat tersebut sanggup memicu stimulasi antioksidan yang berperan baik dalam mematangkan sel telur.

Sebaliknya, kuliner dengan komposisi karbohidrat berjenis refined grains atau biji-bijian olahan berpotensi meningkatkan siklus menstruasi sehingga jumlah sel-sel telur pun kian menurun. Inilah yang nantinya bakal mempercepat kehadiran menopause.

Demikian tips praktis yang bisa kita praktikkan, untuk mengetahui lebih banyak tentang menopause, coba simak beragam artikel yang diulas oleh para ahli di sini. 

BACA JUGA: Benarkah Ikan Kembung Lebih Sehat Ketimbang Salmon?