Cara Mahathir Muhammad Tetap Bugar di Usia 92 Tahun

0
2588
rahasia sehat Mahathir Muhammad
@chedetofficial

Kemenangan Tun Dr Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri Malaysia, untuk kedua kalinya, masih menjadi perbincangan yang hangat. Bukan hanya kiprah politiknya, kesehatannya juga menjadi perbincangan. Pasalnya, di usia 92 tahun, laki-laki ini masih tampak sehat dan bugar. Mengingatkan kita pada Bapak pendiri Singapura, Lee Kuan Yew juga masih produktif di usia senja, dan meninggal di usia 91 tahun.

Banyak orang pun memiliki pertanyaan yang sama, apa yang dia lakukan untuk menjaga kesehatannya?

“Kalau ditanya tentang kesehatan saya, itu saja. Saya tidak merokok, tidak minum alkohol. Kalau makan secukupnya saja, tidak peduli betapa enaknya makanan itu,”ungkapnya dalam sesi tanya jawab live facebook yang dimuat dalam sebuah artikel di Malaysia Kini.

“Saya hanya mau mengatakan, kita harus moderat dalam hidup ini, jangan terlalu ekstrem.”

“Kalau kita makan terlalu banyak, perut kita akan membesar, dan kita perlu lebih banyak makan lagi supaya merasa kenyang. Perut makin lama makin besar. Tekanan ini akan menekan jantung karena dia perlu kerja keras untuk memompa darah ke tubuh yang begitu besar. Lama-lama dia tidak bisa lagi lah. Kalau jantung saya berhenti, saya akan mati. Jadi kita perlu pikirkan cara-cara untuk tidak terlalu membebani jantung kita,”ujarnya.

mahathir muhammad sehat
Mahathir Muhammad Saat Muda.Keren ya! Foto: @chedetofficial

Kepada Sunday Times ia membicarakan tentang sebuah studi yang mengungkapkan bahwa monyet yang menjalankan diet rendah kalori berusia lebih panjang. “Mungkin, saya seperti monyet,”ungkap Mahathir. ”Saya tidak sehat sempurna. Saya sempat mengalami masalah jantung, dan infkesi paru-paru,”ujarnya.

Mahathir mengatakan sudah bertahun-tahun ia selalu menjaga berat badannya di kisaran 62-64 kg. “Saya masih bisa memakai baju saya dari 30 tahun lalu.”

Kini ia menjadi pemimpin negara tertua bukan hanya di sejarah Malaysia, tapi di dunia. “Saya sehat, saya bisa melakukan pekerjaan ini. Saya pikir egois sekali jika saya bilang, saya mau tidur saja dan pensiun dan mempersiapkan kehidupan setelah mati,”tambah Tun Dr Mahathir Muhammad.