Cara Kreatif Mengolah Makanan Sehat

0
183
mengolah makanan sehat

Dengan kreativitas dan kemauan makanan sehat juga bisa enak di lidah. Tapi tentunya, tidak hanya enak di lidah saja yang jadi persoalan, karena tujuan akhir adalah kesehatan. Baik untuk fisik dan psikis, setuju?

Mengolah makanan sehat dengan cara kreatif menjadi tema diskusi Komunitas Paprika Loca dengan Tania Taufiqurrakhman dari UMAUMA eatery & shop, Rabu (11/9) lalu. Tidak hanya mengenai tips kreatif saja, pada diskusi kemarin, Tania juga memberikan masukan bagaimana mencuci sayur yang benar dan ternyata sehat nggak melulu soal organik atau tidak kok!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by UMA UMA Eatery & Shop (@umauma.id) on

 Simak rangkuman diskusinya di sini ya!

SHARING SESSION                                                            

Paprika Living: Baiklah teman teman. Kita mulai diskusinya ya. Sudah siap semua?        Tania Taufiqurrakhman: Selamat malam…                                                                     Paprika Living: Malam Mba Tania. Teman-teman ini narasumber kita malam ini. Boleh memperkenalkan diri dulu Mba.

Tania Taufiqurrakhman: Halo semua, perkenalkan saya Tania, co-founder dari UMAUMA eatery & shop yang menawarkan pilihan makanan lebih sehat untuk semua anggota keluarga.

Paprika Living:  Malam ini kita membahas tentang “Cara Kreatif Olah Makanan Sehat”.      Mba Tania bisa langsung menyampaikan materi .

Tania Taufiqurrakhman: Oke saya mulai aja nih ya. Selamat malam semua. Sebenarnya, prinsip dasar dalam mengolah makanan lebih sehat untuk keluarga yang penting adalah masakan sebaiknya bebas pengawet, bebas MSG, dan diolah menggunakan bahan segar.

Kita sebagai orang Indonesia sebenarnya sangat beruntung karena akses ke bahan segar itu sangat mudah dan cukup terjangkau. Kita bisa mendapatkan bahan-bahan segar dari tukang sayur, pasar, pasar swalayan. Saya sebenarnya lebih suka ke tukang sayur atau ke pasar karena bahan-bahan di sana lebih segar

Untuk masakan sehari-hari, selain lauk pauk dan sayur masak, sangat penting juga bagi kita untuk mengonsumsi sayuran mentah yang banyak manfaat bagi tubuh.  Ini dikarenakan sayuran mentah mengandung live enzim yang sangat baik untuk pencernaan dan metabolisme tubuh kita.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by UMA UMA Eatery & Shop (@umauma.id) on

Nah kalo di kita, mungkin konsumsi sayur mentah terbatas di lalapan yang dicocol sambal. Sedap memang, tapi ternyata banyak juga cara lain mengonsumsi sayuran mentah yaitu berupa salad.

Salad itu bisa sangat bervariasi pengolahannya. Salad tidak cuma berkiblat ke western yang biasanya didominasi dengan aneka dressing creamy yang tentunya bila dikonsumsi berlebihan kurang baik juga dan mengalahkan manfaat sayuran saladnya.

Ada banyak dressing salad yang bercita rasa Asia, yang hanya menggunakan salad oil, cuka dan beberapa campuran rempah segar. Ini sangat bisa menggugah selera dan lebih akrab di lidah orang Indonesia.

Lalu ada juga dressing salad yang berkiblat ke Eropa yang lebih simple yaitu menggunakan perasan lemon, salad oil serta rempah Eropa. Nah, salad-salad ini tidak perlu dimakan sendirian, silahkan melengkapinya dengan aneka olahan protein (daging, ayam, ikan, seafood).

Dan karena salad adalah merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik, tidak perlu khawatir “kebanyakan” makan salad. Pun, ini bisa sangat mengenyangkan dan bisa menggantikan nasi.

JIka belum siap meninggalkan nasi tidak masalah juga, karena saya berprinsip, makan sehat itu is a lifestyle, BUKAN diet, BUKAN menghilangkan sama sekali group makanan tertentu. Semua sah sah saja dalam proporsinya. Nah, elemen-elemen apa saja yang biasanya ada dalam sebuah salad

Tidak ada pakem khusus sebenarnya. Namun biasanya ia terbagi dalam 3 elemen dasar yaitu elemen “dedaunan” (maksudnya sayur yang termasuk dalam group selada yang dapat dikonsumsi langsung tanpa dimasak), selanjutnya elemen “kriuk”, yaitu elemen yang memberi tekstur kriuk dalam salad bisa berupa wortel, timun, kol atau kacang-kacangan, biji-bijian atau bahkan keripik-keripikan lalu elemen terakhir tentunya adalah dressing yang akan mengikat seluruh elemen-elemen tadi di dalam salad.

Mengolah salad memang dituntut kreativitas, maka itu sebenarnya sangat menyenangkan karena tidak ada pakemnya dan apapun bisa dimasukkan ke dalamnya termasuk buah-buahan. Mudah-mudahan jadi lebih semangat makan salad sehabis ini. Start small, start little yang dibangun dulu kebiasaan untuk makan sayur (mentah).

Sekian dulu dari saya, saya kembalikan ke moderator.

Paprika Living: Baik, menarik banget ya Mba seputar makanan sehat ini. Mungkin teman-teman sudah ada yang mau bertanya dipersilahkan.  Kira kira Mba ada trik kah beradaptasi buat kita yang baru mencoba kembali ke makanan sehat? Biasanya kan kalau udah biasa masak pakai MSG kalo nggak pake MSG jadi nggak enak di lidah. Ada tipskah Mba?            Tania Taufiqurrakhman: Sebenarnya ini masalah kepercayaan diri aja ya hehehe. Apalagi kalau memang biasa memasak, memasukkan MSG itu seperti sudah biasa aja kaya bumbu lain seperti garam dan merica.

Padahal kita bisa menghadirkan rasa umami yang dihadirkan MSG itu dengan memaksimalkan penggunaan rempah-rempah. Sebenarnya ini adalah faktor kebiasaan. Lidah kita jadi sangat terbias dengan rasa super gurih karena MSG, sehingga jika tidak pakai MSG ada kecenderungan menambahkan garam lebih banyak. Nah, penggunaan garam yang banyak juga berbahaya untuk tubuh kita

Mengonsumsi salad adalah salah satu cara untuk mengembalikan ‘kepercayaan diri’ lidah kita terhadap cita rasa yang super gurih. Dengan mengonsumsi sayuran mentah, lidah kita akan terbiasa lagi dengan rasa asli makanan.

Ini sebenarnya yang penting. Seperti kita bayi dulu, saat mulai makan kan diperkenalkan satu-satu jenis sayuran dalam bentuk lunak. Kita pun perlu melakukannya untuk mereset cita rasa lidah kita yang sudah keburu terbiasa dengan aneka makanan gurih yang mengandung MSG.

BACA JUGA: Karena Memelihara Hewan Bukan Hanya Soal Lucu-lucuan

Melisa Mutiara: Bu, ada kah tips dan trik dalam memilih sayuran untuk di konsumsi ?Tania Taufiqurrahman: Hmm…sebenarnya cukup mudah ya karena sayuran kan kelihatan kasat mata kalau dia sudah agak layu. Tapi harap diingat dalam memilih jenis selada, semakin gelap warnanya maka semakin banyak manfaatnya untuk tubuh kita.

Jika bisa organik lebih baik, tapi menurut saya, asal sayuran tersebut lokal didapat dari tukang sayur dan pasar lau kita mencuicinya dengan baik, maka tidak masalah.

Paprika Living: Kira-kira berapa lama Mba waktu untuk membiasakan diri seperti ini?Tania Taufiqurrakhman: Itu tergantung orangnya dan kemauan sih ya. Kalau mau agak ekstrim, dulu saya pernah mencoba dua minggu hidup tanpa garam sama sekali. Setelah itu jadi sensitif sekali dengan makanan yang terlalu asin dan gurih. Dan sebagai bonus, lingkar pinggang yang menyusut drastis hehe. Tapi ya cuma sekali itu saja sih, dan cukup efektif menurut saya.

Yuke Cinantya: Bagaimana dengan anak-anak? Bagaimana cara mengenalkan sayur mentah ke mereka? Ada trik khusus nggak ya?                                                          Tania Taufiqurrakhman: Anak saya dulu makan salad mulai dari umur 3 tahun. Karena memang anak itu basically peniru orang tuanya.  Tiap anak memang berbeda, untuk anak saya yang lain, dia hanya mau makan sayur tertentu awalnya. Namun lalu saya coba selipkan di makanan (dia tadinya nggak suka wortel), lalu saya masukkan wortel di adonan chicken nuggets yang saya buat sendiri.  Kemudian tahap perikutnya saya sajikaan wortel itu sendiri agar ia tahu rasa aslinya. Dicocol keju, mayo atau saus tomat. Kemudian saya mulai perkenalkan brokoli rebus, daun-daun salad yang lembut seperti butterhead lettuce. Nah, ini biasanya jadi favorit anak-anak.

Risdamayanti Syahfitri:  Contoh sayuran mentah yang terjangkau apa yaa Mba?              Tania Taufiqurrakhman: Selada keriting! Di tukang sayur ada kan hehehe. Selain untuk lalapan dicocol sambel atau untuk campuran salad, saya juga suka mengolahnya jadi salad ala Indonesia alias asinan. Tinggal tambah wortel, bengkuang, kol, lalu kadang apel, disiram bumbu asinan bikin sendiri yang asem manis segar!

Risdamayanti Syahfitri: Sebenarnya organik/tidaknya itu penting nggak sih? Kalau misalnya tidak organik tapi ada beberap opsi membersihkan dari pesticides seperti direndam cuka/baking soda, apakah tidak apa-apa? Mencuci dengan baik yang gimana Mba?                                                                                                                    Tania Taufiqurrakhman: Untuk menjaga kesegarannya lebih lama, setelah sayuran segar dicuci, pastikan dikeringkan sebelum menyimpannya di dalam Tupperware. Kemudian pastikan apakah  Tupperware sudah dialasi koran atau paper towel agar umurnya lebih awet/tidak cepat layu.

Penting nggak penting ya, tapi kalau nunggu mampu beli bahan sayur mayur serba organik yang memang harganya bisa 2-3x lipatnya, ntar makan sayurnya nggak mulai-mulai dong. Seperti yang aku sampaikan tadi yang penting dimulai aja dulu dan dicuci bersih.            

Direndam cuka bisa, kalau baking soda aku nggak terlalu rekomendasikan untuk sayur. Setelah direndam cuka dibilas dengan air mengalir lalu terakhir dibilas dengan air matang sebelum dikeringkan dengan salad spinner sebelum disimpan. Atau jika nggak punya bisa dilap saja dengan lap bersih atau paper towel.

Putri:  Bagaimana dengan memulai makan makanan mentah berupa juice? Karena ada yang masih blm terbiasa, kandungan gizinya apakah berkurang banyak? Atau masih sama dengan sejenis salad Mba?                                                                                            Tania Taufiqurrakhman:  Aku selalu rekomendasi untuk mengonsumsi buah dan/atau sayur dalam bentuk asli. Karena justru enzim-enzim baik dari sayur dan buah mentah itu didapat dari proses pengunyahan dan penelanan yang kemudian diproses di pencernaan kita.

Begitu dijus, walau tanpa gula, kandungan gula di sayur dan sayuran ini akan meningkat dan hanya akan diproses sederhana oleh tubuh. Jadi sebenarnya hanya tinggal sedikit manfaatnya untuk tubuh kita. Tapi, untuk mulai, jika ingin membiasakan diri terhadap rasa sayur, juicing bisa menjadi opsi.

Paprika Living: Sebelum menutup diskusi hari ini, Mba Tania mungkin ada yang ingin disampaikan?                                                                                                                 Tania Taufiqurrakhman: Terima kasih teman-teman semua yang udah tune in malam ini. Mudah-mudahan sedikit sharing malam ini bisa bermanfaat ya. Silahkan mampir ke tempatku, UMAUMA eatery & shop di blok M, tempatnya hanya 100 m jalan kaki dari stasiun MRT blok M. Boleh dicoba menu-menunya yang #sehatandikit. Terimakasih Paprika Living untuk kesempatannya.

Artikel ini adalah rangkuman percakapan dalam diskusi Telegram antara Tania Taufiqurrakhman dari UMAUMA eatery & shop dan anggota Komunitas Paprika Loca! Diskusi seputar isu kesehatan dan lingkungan diadakan tiap Rabu malam Pk.20.00 – 21.00. Jika Anda ingn bergabung, Anda klik link berikut ini : https://t.me/joinchat/HMrZHUmYHcsZB7PNiibZ4A

BACA JUGA: Revolusi Fashion Dimulai Dari Lemari Anda!