Buteyko Breathing Untuk Memperbaiki Pola Napas

0
944
buteyko napas

Banyak cara dilakukan orang dalam menyikapi pandemi yang sedang berlangsung sekarang. Ada yang lebih rajin olahraga, lebih sehat dalam memilih makanan, selain tentu saja lebih sering cuci tangan.

Tapi kalau Anda bertanya pada penulis, pembicara, dan pelatih penyembuhan trauma, Gobind Vashdev, dia akan menyarankan Anda untuk belajar bernapas.

Ia mengatakan dalam masa pandemi ini kita harus memberdayakan diri untuk lebih kuat. “Covid-19 itu virus, yang bisa melawannya adalah kekebalan tubuh. Jadi fokusnya bukan di luar, tapi di dalam. Salah satunya bernapas dengan benar.”

Topik pernapasan ini sempat disinggung oleh Gobind Vashdev di sesi IG Live dengan Citra Gunawan dari Dehealth Supplies, Selasa silam (20/4).

“Ada banyak teknik pernapasan untuk menjadi rileks. Contohnya untuk tidur 478. 4 tarik napas, tahan 7 hitungan, lalu lepas dalam 8 hitungan. Ada begitu banyak teknik, cari yang cocok dengan Anda.

Ketika kita membuat napas menjadi lambat, detak jantung lambat, otak kita jadi pelan, dan kita jadi tenang. Ketika kita tenang, saraf parasimpatik aktif dan saat itulah regenerasi sel kesembuhan terjadi.”

Bernapas Dengan Teknik Buteyko

Gobind sendiri mengajarkan teknik pernapasan Buteyko yang mengambil nama penciptanya, seorang ilmuwan Rusia, Profesor Konstantin Buteyko. Nama Gobind tercatat sebagai instruktur di advancedbuteyko.com

“Dia punya banyak penyakit. Dia meneliti tubuh, paru-paru, dan dia menemukan kalau manusia itu terlalu banyak napas. Akhirnya dia menemukan satu teknik untuk mengurangi napas. Membuat pola baru sehingga napas kita ga boros. Dan apa yang terjadi, dia menyembuhkan banyak orang,”jelasnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Gobind Vashdev (@gobindvashdev) on

Suatu ketika pemerintah Soviet memerlukan dokter paru-paru untuk melatih pernapasan astronot yang akan diberangkatkan ke luar angkasa dan Prof Buteyko yang dipilih.

Pada tahun 1950-60an, Buteyko Breathing dikembangkan dan risetnya didanai Soviet Space Program. Teknik Buteyko kemudian terus berkembang dan menyebar ke beberapa negara termasuk Indonesia.

Dapat Membantu Penderita Asma 

“Begitu kita mengubah pola napas kita, kita kan mengubah begitu banyak hal dalam sistem di tubuh kita. Yang tidak bisa tidur, misalnya tidurnya jadi enak banget. Panic attack juga begitu. 70-80 % kasus panic attack itu karena pola napas yang salah atau buruk. Begitu juga dengan orang yang menderita asma. Itu karena cara bernapasnya salah.

Ketika kita mengubah pola napas kita, kita akan lebih oke. Ketika napas oke, energi oke, geraknya oke, makanan dan pikiran jadi tenang dengan napas. Dibanding pola makan, pola istirahat dan yang lain-lain, menurut saya yang pertama harus diperbaiki adalah adalah napas.”

Nah, untuk Anda yang ingin belajar teknik Buteyko, Anda bisa mempelajarinya secara online dari Gobind Vashdev atau follow akun instagrammnya @gobindvashdev

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Gobind Vashdev (@gobindvashdev) on

BACA JUGA: Pernapasan Lebih Bersih Dengan Terapi Garam Haloterapi

BACA JUGA: Bernapas Sempurna, Kunci Umur Panjang