Racun Terbuang, Kulit Lebih Sehat dengan Dry Brushing

0
95
Woman's arm holding dry brush to top of her leg. Cellulite treatment, dry brushing

Sesuai namanya, metode bernama dry brushing dilakukan dengan cara menggosokkan sikat ke permukaan tubuh dalam keadaan kering. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata kegunaannya bukan hanya sekadar untuk eksfoliasi atau mengencangkan kulit saja namun juga sering dikaitkan dengan proses pembuangan racun yang bersarang dalam tubuh?

Lagi-lagi, hal ini berhubungan dengan peranan esensial kulit sebagai organ terbesar dari tubuh manusia yang juga memiliki fungsi penting akan detoksifikasi.  Saat metode ini diaplikasikan, pori-pori yang tersumbat akan membuka sehingga kulit pun bisa bernapas secara lebih baik. Lantas, setidaknya sebanyak sepertiga dari sirkulasi darah yang beredar dalam tubuh akan “terpompa” ke permukaannya. Inilah yang memungkinkan tubuh untuk mengusir toksin dari dalam. (Sumber: 1)

Selain membantu memperlancar peredaran darah, dry brushing juga dikatakan mampu memperbaiki kinerja limfa yang erat pula kaitannya dengan tingkat kekebalan tubuh. Selain mengusir racun, teknik yang paling-paling hanya menyita beberapa menit dari waktu Anda ini rupanya juga sanggup memperbaiki sistem pencernaan serta pada akhirnya membuat Anda lebih bugar sekaligus berenergi. (Sumber: 23)

Jika Anda ingin mencoba dry brushing, pastikan sikat yang Anda gunakan terbuat dari bahan natural seperti kaktus atau tanaman lain dan bukan dari komponen sintetis. Mulailah menggosok tubuh dari ujung kaki dengan gerakan yang memanjang dan searah ke atas, atau lebih tepatnya mengacu ke tempat terletaknya jantung Anda. Saat mengusap perut, lakukan searah putaran jarum jam. Sedangkan, menggosok badan bagian belakang bisa dilakukan mulai dari leher bawah sampai pinggang. Akhiri dengan menyikat bagian lengan bawah hingga ke ketiak. Kemudian, mandilah untuk mengenyahkan sel-sel mati dari permukaan kulit. Setelahnya, Anda juga bisa mengaplikasikan minyak kelapa sebagai asupan nutrisi. Tentu saja, krim apa pun yang Anda oleskan setelahnya akan meresap secara lebih efektif! Di bawah ini adalah visual tutorial-nya. (Sumber: 245)

Apabila Anda belum pernah melakukan metode ini sebelumnya, lakukan dengan tekanan yang lembut. Kalau sampai kulit Anda tampak kemerahan ataupun teriritasi, tandanya Anda perlu mengoreksi kekuatan. Sebagai catatan, jangan melakukan dry brushing pada kulit yang terbakar matahari, mengalami pembengkakan, ataupun sekadar luka. Adapun frekuensi yang disarankan untuk dry brushing adalah sebanyak seminggu sekali. Menyikat kulit secara berlebihan dikhawatirkan akan membuatnya terlampau kering atau menebal. (Sumber: 46)

Bagaimana cara untuk membuktikan bahwa dry brushing yang Anda lakukan sudah efektif untuk mengangkat racun dari dalam tubuh? Seperti dilansir dari situs Shape.com, Anda dapat mengetesnya dengan cara menyeka tubuh Anda dengan lap kering tepat setelah dry brushing selesai. Kemudian, simpan lap tersebut dalam kantung yang bisa disegel. Setelah beberapa hari kemudian, hiruplah lap tersebut dan Anda akan bisa mengenali pelepasan toksin dari situ! (Sumber: 7)