Bernapas Sempurna, Kunci Umur Panjang

0
2318

Pernahkah Anda memerhatikan bagaimana pola pernapasan yang Anda lakukan selama ini? Apakah tergesa-gesa atau malah halus seperti tidak bernapas sama sekali?

Menurut Tjok Gde Kerthyasa BHSc.(Hom), ADHom, prakisi Homeopati dan pendiri Tirta Usada Holistic Health, pernapasan adalah kunci kesehatan dan umur panjang.

“Dalam tradisi kuno Ayurveda, mengukur hidup bukan dari tahun melainkan jumlah napasnya. Kalau kita bernapas tergesa-gesa maka akan memperpendek usia,” jelasnya  saat ditemui di OGH Expo yang diadakan Lippo Mall Puri Jakarta Barat, Sabtu (26/10).

Lebih lanjut mengenai bagaimana pernapasan yang baik, Tjok Gde menyarankan melakukan pranayama dengan cara menarik napas dari lubang hidung kiri lalu keluarkan dari lubang hidung kiri.

Kemudian, tarik napas dari lubang hidung kanan dan keluarkan dari lubang hidung kanan. Ini dilakukan untuk menyeimbangkan bagian tubuh sebelah kiri dan kanan sekaligus mengurangi pernapasan yang terburu-buru.

BACA JUGA: Khasiat Jeruk Nipis, Obati Jerawat Sampai Gangguan Pencernaan

Mengontrol napas sama artinya dengan mengontrol apa yang masuk dan keluar dari pikiran dan tubuh. Bernapas dengan halus dapat membuat kita lebih rileks, tenang, dan memberikan setiap bagian kecil dari tubuh untuk menerima oksigen secara maksimal.

Selain pernapasan, pola makan juga sangat berpengaruh pada kesehatan. “Kembalilah selaras dengan alam. Semakin kita melakukan pendekatan dengan alam, mengonsumsi makanan alami, utuh, minum air putih, menghirup udara yang bersih maka semakin jauh terhindar dari penyakit,” jelas Tjok Gde lagi.

Tubuh Bisa Menyembuhkan Diri Sendiri

“Tubuh kita sudah sempurna kok, sudah punya semua mekanisme untuk sembuh tinggal mendapatkan kondisi yang optimal,” jelas Tjok Gde. Dalam konsep homeopathy yang diterapkan Tjok Gde dalam terapi healing-nya, proses penyembuhan menggunakan unsur-unsur alam seperti serat tanaman, mineral.

Bahan-bahan alami ini sangat halus dan bekerja melalui sistem prana dalam tubuh. Prosesnya adalah menstimulasi tubuh untuk menyeimbangkan diri sendiri sehingga bisa sembuh secara alami.

Cara penyembuhannya adalah bisa diminu, dioleskan, ataupun dihirup. “Saya dalam terapi, tidak pernah mengaku bisa menyembuhkan, karena tubuh bisa sembuh dengan sendirinya. Kalaupun kita minum antibiotik dan batuk jadi sembuh, itu bukan antibiotik yang menyembuhkan melainkan sistem tubuh sendiri,” tutup Tjok Gde.

BACA JUGA: Nootropics Bikin Otak Lebih Bersinar. Benarkah?