Berbeda dari Selasih, Ini Istimewanya Chia Seed

0
232

Semakin lama rasanya Chia seed makin populer saja di Indonesia. Selain baik dikonsumsi, chia seed memang bisa menambah makanan jadi lebih seru secara penampilan.

Mungkin, karena semakin banyak orang makin mantap mencoba Chia Seed setelah di bawah regulasi pangan Eropa No. 258 tahun 1997, Chia Seed dikatakan sebagai sumber pangan baru. Tahun 2009, statusnya berubah mejadi sumber pangan yang dapat dijual dan dikonsumsi, juga tidak memiliki efek samping atau alergenitas (EFSA 2009).

Beberapa penelitian tentang sifat fungsional biji chia terhadap kesehatan tubuh juga telah dilakukan. Dilaporkan asam kafeat dan asam klorogenat yang ada di biji chia dapat melindungi sel dari radikal bebas dan menghambat peroksidasi lemak. Hal tersebut lebih besar manfaatnya dibandingkan vitamin C, asam ferulat dan VitaminE (Reyes et al 2008).

Sekilas, banyak yang menyangka bahwa Chia Seed itu ada versi lokalnya, yaitu selasih. Bentuk dan warna Selasih dan Chia Seed memang mirip, meski begitu dua bahan makanan ini merupakan jenis biji-bijian yang berbeda.

Bedanya Chia Seed dan Selasih

Chia seed berasal dari jenis tanaman mint yang bernama Salvia hispanica. Tanaman tersebut tersebar di Meksiko dan Amerika bagian selatan. Biji chia memiliki warna yang bervariasi, yaitu hitam, abu-abu, putih, dan coklat.

Sedangkan, selasih memiliki nama ilmiah tanaman Ocimum basilicum, dan banyak tersebar di negara India, dan sekitar Mediterania. Biji selasih berwarna coklat kehitaman berasal dari bagian bunganya.

Dari ukuran, jelas chia seed lebih besar dan berbentuk seperti beras. Dan selasih jauh lebih kecil.

Dari segi nutrisi, biji selasih memiliki zat besi yang sangat baik untuk kualitas darah, mencegah penyakit anemia, dan baik untuk pencernaan. Chia seed kaya akan omega 3, protein, dan serat.

Chia Vs Selasih

Biji Chia Baik untuk Pencernaan

Ahli gizi, Aviani Harfika SGz menjelaskan bahwa Chia Seed memiliki banyak manfaat, sehingga baik untuk dikonsumsi rutin.  Salah satunya, karena tinggi serat, Chia Seed dapat memperlancar sistem pencernaan. Maka itu biji-bijian ini sangat baik bagi orang yang sedang menjalani program diet. Kandungan lemak tidak jenuhnya juga tinggi, sehingga dapat menjaga kestabilan kolesterol.

“Kandungan antioksidan dan lemak yang baik dalam Chia Seed juga dapat menangkal penyakit dan berbagai radikal bebas,” ujar Aviani.

Karena begitu kaya akan zat gizinya, seperti serat, omega 3, bahkan protein, biji Chia pun sering digadang-gadang sebagai superfood atau makanan ajaib.

Cara Penyajian Chia Seed

Smoothie Chia

Chia seed cocok untuk dijadikan salah satu bahan untuk membuat overnight oats. Biji chia yang terendam susu atau air akan mengembang berkali-kali lipat dan akan memberi efek kenyang. Karena relatif tidak ada rasa, Chia Seed juga cocok dengan banyak makanan. Bisa dicampur smoothie, dijadikan pudding, kue, minuman, dan lain-lain. Para vegan juga banyak yang menggunakan chia seed sebagai pengganti telur.

BACA JUGA: Kelor, Si Mungil yang Sarat Manfaat