Benarkah Olahraga Agresif Bisa Menyalurkan Emosi?

0
24

Kartika adalah pelaku olahraga aktif. Hampir setiap hari dia meluangkan waktu untuk berolahraga. Uniknya, ketika mood-nya sedang tenang, dia akan join zumba di Raga Studio sedangkan saat mood-nya ingin meledak-meletup, dia memilih melepaskan emosinya  dengan olahraga muaythai.

“Asyik aja saya bisa ninju-ninju dan nendang-nendang tanpa beban. Kalau saya ninju orang di jalan kan bahaya,” jelasnya setengah bercanda. Setelah lebih kurang 90 menit latihan padding dan kicking, perempuan yang bekerja di perusahaan startup di Jakarta Selatan ini merasa lega dan mengaku bisa tidur lelap.

“Semua olahraga bisa memberikan efek emotional release ya, nggak hanya muaythai saja,” cerita Diana selaku founder dari Bangkok Muaythai Jakarta. Namun, Diana tidak menyangkal kalau member di Bangkok Muaythai Jakarta di sini lebih banyak perempuan ketimbang laki-laki.

BACA JUGA: Food for Your Mood: Biar Tidak Marah-Marah dan Anti Galau

“Muaythai adalah martial arts paling gampang, nggak seperti taekwando atau karate yang butuh teknik. Muaythai tekniknya basic banget,” jelas Diana yang sebelum membuka sasana atau training camp ini juga menggeluti muaythai sebagai bentuk olahraga rutin.

Sebagai bentuk olahraga high impact dengan intensitas tinggi, muaythai bukanlah bentuk latihan yang mindfullness. Malahan kalau Anda terkesan loyo, pelan, dan melambat, trainer akan meneriakkan kalimat-kalimat yang meninggikan emosimu, seperti:

“Marah Mba…!!”

“Mana emosinya??”

“Pakai tenagalah, haduh kaleng-kaleng!”

BACA JUGA: Ketika Seni “Gagal” Menyembuhkan Gangguan Mental

Dan ternyata imbauan untuk menjadi agresif ini seolah menjadi pemantik untuk meninju lebih keras, menendang lebih cepat, menyikut lebih tajam. Memfokuskan diri untuk benar-benar marah dan akhirnya setelah latihan, energi terkuras dan perasaan lebih tenang.

Olahraga Agresif untuk Emosi Lebih Sehat?

Menurut Jennifer Carter, PhD, psikolog olahraga di Center for Balanced Living di Ohio, olahraga dan kesehatan mental adalah sesuatu yang sulit dipisahkan. Bahkan, buat pengidap gangguan kecemasan dan depresi, olahraga menjadi bagian dari terapi.

Pemanasan sebelum padding

Ketika Anda mengalami hari yang buruk, melakukan olahraga setelahnya dapat memberikan efek peningkatan suasana hati. Dan apabila dilakukan secara rutin, dapat membantu menstabilkan emosi dan mood.

Terkhusus martial arts dalam hal ini adalah muaythai, ternyata ada banyak manfaat yang bisa Anda peroleh secara mental dan fisik dari olahraga agresif ini. Berikut manfaatnya:

  1. Meningkatkan Endorphine

Sensasi luar biasa yang Anda dapatkan setelah kelas muaythai yang sangat melelahkan namun masih bisa tersenyum adalah hasil kerja endorphine. Sejatinya, endorphine adalah neurotransmiter yang baik untuk otak. Sistem kerjanya adalah menghilangkan rasa sakit alami, meningkatkan kemampuan untuk tidur nyenyak sekaligus mengurangi stres.

  1. Melupakan Masalah

Walaupun judulnya agresif, tapi tetap pakai “mikir” dong. Kalau Anda tidak memberikan perhatian penuh kepada trainer, bisa-bisa Anda kena bogem atau cedera pergelangan tangan karena tidak memukul dengan benar. Sebagai bentuk turunan dari martiar arts, muaythai membantu mengarahkan pikiran Anda, membuat Anda benar-benar melupakan hari yang menegangkan.

  1. Berlatih Sabar dan Tentang Apa yang Layak untuk Menempati Pikiran

Semakin intens Anda berlatih, maka Anda akan semakin dipaksa untuk fokus terhadap latihan. Ketika latihan, sejenak Anda akan lupa dengan masalah. Begitu seterusnya sampai akhirnya ini menjadi pola yang membuat Anda lama-lama terlatih untuk memikirkan hal yang worth it saja. Selamat berolahraga teman-teman!

BACA JUGA: Apakah Vitamin D Anda Sudah OK?