Tukar Sampah Jadi Uang

0
175
Mesin penukaran kaleng dan botol minuman. Dokumentasi : Image Bank Sweden

Banyak orang mengenal negara ini karena aurora borealisnyya, tapi negara Skandinavia ini juga terkenal dengan beberapa kebijakannya terkait sustainability lingkungan dan juga energi. Swedia menjadi salah satu negara yang memiliki kebijakan pemisahan sampah yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan ini begitu mendarah daging, sehingga jika kita baru datang ke Swedia, maka hal inilah yang diperkenalkan oleh kommun (setingkat RW) di mana kita tinggal.

Sampah inilah yang dijadikan sumber energi untuk listrik, pemanas ruangan serta keperluan lainnya. Cuaca yang lebih dingin dibandingkan negara-negara lainnya menyebabkan Swedia membutuhkan energi lebih agar cukup energi untuk mengaktifkan pemanas dalam waktu yang cukup panjan. Dan pengelolaan limbah merupakan salah cara bagi Swedia untuk menghasilkan energi.

Banyak cara dilakukan pemerintah Swedia agar masyarakatnya mau terlibat dalam proses daur ulang sampah. Salah satunya adalah dengan membuat vending machine untuk kaleng dan botol plastik bekas. Begini cara kerjanya: setiap membeli minuman kaleng atau plastik, harga yang dibayarkan sudah termasuk harga kemasan. Uang pembelian kemasan tersebut akan dikembalikan setelah pembeli memasukkannya ke dalam vending machine. Biasanya vending machine tersedia di supermarket atau toko kelontong yang berada tidak jauh dari rumah. Di dalam vending machine ini, botol plastik dan kaleng akan ditipiskan sehingga lebih mudah dibawa ke tempat daur ulang.

Dalam prakteknya, memang masih ada saja orang yang meninggalkan kemasan bekas minuman ini di tempat sampah atau ditinggalkan begitu saja di dalam kantong sampah.  Terutama sehabis pesta, konser musik atau perhelatan yang berhubungan dengan anak muda. Meski begitu tetap saja ada yang peduli untuk memanfaatkan sampah-sampah yang tidak dipedulikan itu,biasanya mahasiswa yang melihat peluang ini sebagai salah satu cara untuk mendapatkan uang tambahan. Cara yang cukup jitu, sehingga jika botol dan kaleng tersebut diabaikan oleh pemilik sebenarnya, masih ada yang akan memanfaatkannya. Pada akhirnya, kaleng dan botol plastik tersebut tetap dapat dikumpullkan untuk didaur ulang.

Salah satu produk yang dibuat dari daur ulang plastik. Dokumentasi : Image Bank Sweden.

Sampah-sampah tersebut didaurulang oleh perusahaan daur ulang atau perusahaan minuman itu sendiri, entah untuk dibuat kembali kemasan atau digunakan untuk bahan lain. Perusahaan retail Swedia,H&M, misalnya bekerja sama dengan Danone untuk membuat serat kain dari plastik yang kemudian dijadikan pakaian yang diproduksi dan dijual secara terbatas di butik-butik H&M. Merk tas Fjallraven juga menjadikan plastik daur ulang sebagai bahan salah satu line tas mereka.

Bukan cuma Swedia dan negara-negara Skandinavia saja yang menerapkan mesin pengembalian botol dan kaleng. Irlandia pun mulai meniru cara ini, berharap pengumpulan sampah plastik dan kaleng dapat lebih terkoordinasi, sehingga proses daur ulangnya dapat berjalan dengan lancar. Bagaimana ya jika program bagus ini juga diterapkan di Indonesia?