Energi dan Vibrasi – Cara Kerja Terapi Bunga

0
317
Foto:homeopathyplus.com

Bach Flower Remedies (BFR) adalah terapi penyembuhan natural yang dipercaya dapat menyeimbangkan emosi dan menyembuhkan penyakit-penyakit fisik yang disebabkan oleh gangguan psikis (psikosomatis). Seumur hidupnya, sang pencipta terapi, Dr. Edward Bach mengabdikan dirinya untuk sistem pengobatan baru yang ia yakini dapat ditemukan dari alam. Ia memformulasikan 38 ekstrak bunga yang masing-masing memiliki fungsi pengobatan yang berbeda-beda.

Ada dua metode yang digunakan untuk membuat ekstraksi bunga. Yang pertama, bunga-bunga dengan tekstur yang lebih halus disiapkan dengan menggunakan metode energi matahari:  bunga direndam dalam air murni selama tiga jam, di bawah sinar matahari langsung. Yang kedua, bunga dari tanaman kayu, dan tanaman yang mekar saat matahari lemah, umumnya disiapkan dengan mendidihkan bagian tanaman yang berbunga selama setengah jam dengan air murni. Pada dasarnya kedua metode tadi menggabungkan energi yang terdapat pada bunga, matahari, dan air. Proses ekstraksi ini memindahkan energi bunga ke air.

Flower Therapist Ayu Sadewo di depan rumah Mr Bach

Caranya mengkonsumsinya juga mudah, ekstrak bunga disimpan di botol kaca dengan pipet, yang dikenal sebagai 38 stock bottle remedies, yang berupa cairan dan bisa langsung diteteskan ke mulut, atau dicampur dengan air (dilute) lalu diminum.

Lalu, bagaimana cara kerja sari bunga ini dalam tubuh kita?
“Cara kerja BFR berka­itan dengan energi atau vibrasi. Cara membuat remedies adalah de­ngan meletakkan bunga pada air yang kemu­dian “dijemur” terkena sinar matahari. Air ini mengandung energi yang kemudian keti­ka diminum manusia, mempengaruhi emotion­al state seseorang. Saat seseorang sedang berada dalam kondi­si negatif, energi yang terdapat dalam remedies, akan mem­buatnya menjadi posi­tif,” ujar  Bach Flower Therapist dan Psikolog, Ayu S Sadewo, pada sesi Berbagi Sehat yang diadakan Sehat Indonesia di CG ArtSpace, April silam.

Untuk lebih merasakan khasiatnya dan terapi sari bunga ini tepat sasaran, menggabungkan BFR dengan terapi konseling sangat disarankan. “Konseling diperlukan untuk mengidentifikasi emosi behind the issue. Karena sangat mungkin isu yang sama, dialami oleh dua orang yang berbeda, membutuhkan BFR yang berbeda,” ia menerangkan. Terapi ini bersifat sangat personal, karena 38 sari bunga ini punya khasiat yang berbeda-beda untuk menangani gangguan emosi yang berbeda-beda juga. Oleh karenanya, kondisi emosi yang mengganggu harus ditelaah sumbernya. “Misal si A dan si B merasa marah. Si A marah karena cemburu, maka ia akan diberikan ekstrak bunga Holly. Si B marah karena intoleran terhadap kebodohan, maka ia akan diberikan ekstrak bunga Beech sebagai remedy-nya,” Ayu memberi contoh.

Ia juga menekankan bahwa BFR bukan bertujuan untuk mengubah seseorang, melainkan untuk menyeimbangkan kondisi emosionalnya. Misalnya, ekstrak bunga Honey Suckle digunakan untuk orang-orang yang masih “hidup di masa lalu.” BFR tidak bertujuan untuk melupakan atau mengubah masa lalunya. Melainkan agar orang tersebut dapat menerima masa lalu itu sebagai bagian dari hidupnya dan memandangnya sebagai hal yang positif dan hidup “di masa sekarang,” be present.

“Contoh lain, kondisi emosi seseorang yang tidak sabaran. Kalau memang aslinya orangnya tidak sabaran, setelah minum BFR, bukan kemudian menjadi seorang yang sabar dan bekerja dengan lamban. Namun dia akan lebih punya empati dengan orang lain, dan bisa memahami dan menerima jika orang lain punya tempo kerja yang berbeda dengan dirinya,”jelas Ayu.

BACA JUGA: Sehat Emosi dengan Bach Flower Remedies