Bach Flower Remedies: Terapi Cegah Penyakit dan Penuaan Dini dengan Sari Bunga

0
595
Terapi Bunga Bach Flower Remedies: Terapi Cegah Penyakit dan Penuaan Dini dengan Sari Bunga
Terapi Bunga Bach Flower Remedies: Terapi Cegah Penyakit dan Penuaan Dini dengan Sari Bunga

Seorang dokter asal Britania Raya,

Dr. Edward Bach membuat terobosan pada tahun 1930-an yakni mengesktraksi bunga dan menjadikan sarinya sebagai obat alternatif.

Untuk menyeimbangkan emosi dan menyembuhkan penyakit-penyakit fisik yang disebabkan oleh gangguan psikis (psikosomatis).

Selama hidupnya, Dr. Bach mengabdikan diri untuk sistem pengobatan baru yang ia yakini dapat ditemukan dari alam.

Tidak terbatas pada penyembuhan, terapi Bach Flower Remedies (BFR) juga dapat berguna untuk Anda yang ingin awet muda dan mempunyai kedamaian di hati dan pikiran.

“Less stress, be happy,”ujar Bach Flower Therapist dan psikolog, Ayu S Sadewo, pada sesi Berbagi Sehat yang diadakan Sehat Indonesia di CG ArtSpace, April silam.

Rangkaian Bach Flower Remedies

Keseimbangan emosi sangat berpengaruh dengan penuaaan dini.

Kenapa?

Emosi yang tidak seimbang disebabkan oleh naiknya level hormon kortisol, yang lebih dikenal dengan “hormon stres”.

Hormon ini akan diproduksi tubuh dalam jumlah banyak jika Anda sedang stres. Tingginya hormon ini dapat menggangu:

  1. Fungsi sistem kekebalan tubuh.
  2. Meningkatkan jumlah glukosa di dalam darah dan menambah berat badan hingga dapat menurunkan kadar kalsium, magnesium, potasium di dalam tubuh yang menyebabkan pengapuran tulang.

Bisa dibilang, stres bagaikan magnet berbagai penyakit dari yang ringan hingga serius.

“Dalam hidup, stres pasti kita alami tinggal bagaimana kita me-manage stres itu. Harus punya yang namanya happiness attitude, I control me,” jelas Ayu yang mengambil sertifikasi Bach Flower Remedies di London.

Flower Therapist Ayu Sadewo di depan rumah Mr Bach

Terdapat 38 ekstrak bunga yang memiliki fungsi pengobatan yang berbeda-beda, semua sari bunga tersebut adalah herbal dan tidak berasal dari tumbuhan beracun.

Tidak akan ada ketakutan efek samping, apalagi overdosis, saat mengkonsumsinya.

“Karena remedies itu adalah air dan brandy (dalam jumlah sangat sedikit), sementara komposisi tubuh manusia isinya paling banyak adalah air,” ujar Ayu.

Ekstrak bunga-bunga ini bisa dikonsumsi untuk umur berapa saja, dari mulai bayi hingga manula.

Caranya mengkonsumsinya juga mudah, ekstrak bunga disimpan di botol kaca dengan pipet, yang dikenal sebagai 38 stock bottle remedies, yang berupa cairan dan bisa langsung diteteskan ke mulut, atau dicampur dengan air (dilute) lalu diminum.

Meski aman, penggunaan terapi ini sebaiknya didasari pengetahuan yang tepat.

Agar khasiat terapi ini tepat sasaran, Ayu menyarankan untuk menggabungkan BFR dengan konseling dengan profesional untuk mengetahui akar dari permasalahan yang dihadapi seseorang, karena 38 sari bunga tersebut mempunyai kegunaanya masing-masing.

BACA JUGA :