Suplemen: Perlu atau Tidak?

0
5358
suplemen

Perlu tidaknya kita mengonsumsi suplemen atau vitamin bisa jadi hal yang sangat membingungkan. Belum lagi jenis suplemen apa yang diperlukan?

Menjanjikan Keajaiban

Suplemen adalah bisnis besar sehingga tak heran rak toko-toko kesehatan atau apotik sesak dengan aneka ragam suplemen yang menjanjikan berbagai keajaiban:

  1. Tubuh lebih ramping
  2. Tulang lebih kuat
  3. Daya tahan tubuh lebih tinggi
  4. Rambut dan kuku lebih berkilau
  5. Otak lebih tokcer

Dan banyak lagi…

Apalagi jika kita pergi ke apotik untuk iseng-iseng cek kesehatan. Setelah hasilnya keluar, mulai deh si penjual beraksi menawarkan dagangan vitamin yang menurut dia, paling bagus untuk “kondisi” kesehatan kita.

Tentunya lengkap dengan merek mana yang lebih bagus.

Nah, suplemen apa sebenarnya yang benar-benar bekerja dan yang diperlukan tubuh kita? Inilah yang sering jadi pertanyaan banyak orang.

Faktanya

Suplemen yang mengandung vitamin, mineral dan herbal dapat diperoleh tanpa resep.

Maka itu seseorang yang ditraining strategi penjualan dalam waktu singkat saja sudah bisa “merekomendasikan” vitamin yang “terbaik”.

Di Amerika Serikat, suplemen pun diatur oleh US Food and Drug Administration, karena mereka dikategorikan sebagai makanan, bukan obat.

Maka itu suplemen sebenarnya juga tidak bisa diklaim sebagai penyembuh atau pencegah penyakit.

Belum Ada Informasi Akurat dari Efek Samping Suplemen

Selama ini juga masih belum ada studi klinis yang dapat memberikan informasi akurat tentang keefektifan suplemen serta efek sampingnya.

Yang penting untuk kita ketahui adalah apakah sebuah suplemen tepat untuk kita, aman, dan bahkan perlu.

suplemen-vitamin-sehat
Konsumsi Vitamin yang tepat bisa menjadikan Anda lebih awet muda?

Beberapa orang percaya, jika dalam kesehariannya sudah mengonsumsi nutrisi yang cukup ia tidak perlu suplemen lagi. Di sisi lain, ada juga orang yang tetap merasa bahwa mereka perlu mengonsumsi vitamin.

Dr. Oz dalam bukunya “Sehat tanpa Dokter” memberikan saran cukup detail tentang suplemen multivitamin. Ia mengatakan bahwa multivitamin adalah sumber mikronutrien dan beberapa diantaranya merupakan kunci bagi kesehatan jantung, yaitu:

  • Magnesium (400 mg/hari) untuk membantu menjaga ritme detak jantung tetap stabil.
  • Kalsium (600 mg, 2x sehari) untuk menjaga tekanan darah.
  • Vitamin D (400 IU/hari) untuk mereka yang di bawah 60 tahun, dan 600 IU untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun. Vitamin ini juga bisa mengurangi peradangan dalam pembuluh darah.
  • Vitamin C (600 mg/2x sehari) dan vitamin E (400 IU per hari) berfungsi sebagai antioksidan – keduanya lebih berguna bila dikonsumsi bersama-sama ketimbang sendiri-sendiri.

Yang juga penting adalah Potasium, yang membantu kesehatan arteri. Ini bisa kita dapatkan dari konsumsi empat porsi buah-buahan per hari terutama pisang, alpukat, dan melon.

Konsumsi multivitamin yang tepat, ujar dokter Oz, akan menjadikan usia biologis Anda  enam tahun lebih muda!

Nah, sebelum mulai pergi belanja suplemen, lebih baik kita konsultasi dulu ke dokter atau ahli gizi tentang suplemen apa yang Anda butuhkan sesuai dengan tubuh Anda, karena pertama, kondisi tubuh kita masing-masing berbeda, dan kedua kami lebih percaya tenaga kesehatan dibanding tenaga sales yang mengejar target penjualan!