Apa Itu Hygge?

0
597
Arti dari Kata HyggeDalam bahasa Norwegia, hygge yang memiliki arti harafiah yakni “membuat nyaman” atau “menghibur” yang dalam bahasa Inggris diasosiasikan sebagai “pelukan.”
Arti dari Kata HyggeDalam bahasa Norwegia, hygge yang memiliki arti harafiah yakni “membuat nyaman” atau “menghibur” yang dalam bahasa Inggris diasosiasikan sebagai “pelukan.”

Ada sebuah konsep gaya hidup yang sedang tren dibicarakan. Namanya, hygge (baca: hyue-gar, hoog-jar, tetapi lazimnya hoo-gah).

Menurut artikel The New Yorker, sudah ada enam buku mengenai hygge yang baru-baru ini terbit di Amerika tahun 2017 ini.

Arti dari Kata Hygge

Dalam bahasa Norwegia, hygge yang memiliki arti harafiah yakni “membuat nyaman” atau “menghibur” yang dalam bahasa Inggris diasosiasikan sebagai “pelukan.”

Hygge sulit diungkapkan dengan kata-kata, tidak ada definisinya. Beritatagar, memulai artikelnya dengan kalimat ini, “Hygge adalah sebuah konsep dari negara-negara Nordik (kawasan Eropa Timur dan Atlantik Utara).

Menjelaskannya susah, namun seperti cinta, Anda bisa tahu saat merasakannya. Bayangkan situasi ini; Anda berada di tempat favorit membaca buku kesukaan.

Atau bercengkerama bersama sahabat, menikmati makanan nikmat. Rasa aman dan nyaman yang ada dalam bayangan Anda itulah yang disebut dengan hygge.”

“Saat semuanya berlaku sebagaimana mestinya. Teman yang cocok, suhu sempurna, Anda merasa nyaman, aman, hangat, dan senang,” jelas Marie Tourell Soderberg dalam bukunya, “Hygge”.

Anda mengalaminya saat benar-benar berada dalam sebuah momen, merasa nyaman dan tenang, a feeling of contentment and well-being.

“Seperti wangi kopi yang baru diseduh dan kaos kaki cashmere yang nyaman, atau keramah-tamahan terhadap orang asing,” ujar Helen Russell, penulis “The Year of Living Danishly.”

Hygge menganut prinsip relaksasi, kesenangan, dan rasa syukur. Hygge juga merupakan suatu konsep dalam mengupayakan energi positif dan rasa aman dalam hidup.

Helen juga mendefinisikan hygge sebagai kondisi, “Bebas dari sesuatu yang menyebalkan atau meluapkan emosi.”

Namanya gaya hidup, hygge bisa diaplikasikan dari mulai cara kita menjalani hidup, makanan sehat bernutrisi, hingga interior rumah yang cozy.

A practical way of creating sanctuary in the middle of very real life,” merupakan definisi dari Louisa Thimsen Brits, penulis buku “The Book of Hygge: The Danish Art of Contentment, Comfort, and Connection”.

Sementara, Signe Johansen dalam buku masak dan panduan wellness, “How to Hygge: The Nordic Secret to a Happy Life,” menyatakan bahwa makanan dan minuman hygge sebagai “Healthy hedonism.”

Seperti yang dilansir CNN Indonesia, istimewanya hygge: bisa diterapkan sebagai kata sifat, kata benda dan kata kerja. Yang jelas, hygge bisa menjadi bagian integral dari budaya negara dan identitas diri.

Time mengabarkan, tren yang satu ini berpotensi menyebar di Inggris, juga Amerika Serikat.

Gaya Hidup (hygge) ini Sudah Lebih Dahulu di Denmark

Sebetulnya, Denmark sudah lebih dahulu menggunakan hygge sejak 1880-an. Gaya hidup ini kerap dihubungkan dengan rahasia sukses warga Denmark yang disebut paling bahagia di dunia.

Mereka menerapkannya selama musim dingin di mana waktu malam yang panjang berlangsung 17 jam.

Musim dingin di Denmark berpotensi menimbulkan efek buruk bagi kesehatan mental. Oleh karena itu, mereka menerapkan hygge untuk menghangatkan tubuh dan jiwa mereka.

Kala itu hygge lebih berfokus pada kebersamaan dengan orang-orang terkasih, bercengkrama, dan memprioritaskan mereka dalam kehidupan.

Hygge tidaklah memiliki arti yang spesifik yang bisa dijelaskan sejelas-jelasnya dengan kata-kata.

Namun yang terpenting dari konsep Hygge adalah membuat diri sendiri senyaman mungkin dan sebebas mungkin. Gaya hidup sehat jiwa raga yang sederhana dan patut dicoba.

Sumber: CNN Indonesia, The New Yorker, Beritatagar