Apa bedanya Food Combining dan Raw Food? Begini penjelasan Wied Harry

0
557
Apa bedanya Food Combining dan Raw Food? Begini penjelasan Wied Harry
Apa bedanya Food Combining dan Raw Food? Begini penjelasan Wied Harry

Begitu banyak aliran makanan sehat untuk pola hidup sehat, terkadang orang jadi bingung membedakan aturan yang satu dengan yang lain.

Salah satunya adalah perbedaaan antara Food Combining dan Raw Food. Untuk yang masih bingung,  yuk simak penjelasan Wied Harry, penulis nutrisi, penggiat Food Combining dan makanan sehat alami.

Perbedaan Food Combining dan Raw Food Diet

1. Dilihat dari secara komposisi menu,

Food Combining (FC) sama dengan Raw Food Diet (RF), yakni sama-sama dominan asupan makanan pembentuk basa/alkali (sayur-sayuran segar mentah dan buah-buahan segar), namun FC secara spesifik mengatur kombinasi makanan dan waktu makan yang baik agar asupan makanan selaras serasi dengan kerja sistem metabolisme tubuh.

#1. Perbedaan mendasarnya adalah Pertama, dalam FC, asupan makanan harus memperhatikan keseimbangan asam-basa tubuh. 70-80% menu harian adalah sayuran segar mentah dan buah segar.

#2. Kedua: asupan makanan harus selaras-serasi dengan fungsi alami sistem pencernaan. Hidangan pati tidak diasup bersamaan dengan hidangan protein hewani, tetapi bisa dikombinasikan dengan sayur segar mentah.

Khusus hidangan pati dapat ditambahkan protein nabati. Buah-buahan segar diasup secara terpisah, tidak bersamaan atau tidak berdekatan waktunya setelah asupan makanan lainnya.

Dalam FC, asupan makanan harus sesuai dengan siklus pencernaan, yaitu:

  • Pk. 04.00- 12.00 =  Fase Pembuangan/ detoks alami
  • Pk. 12.00 – 20.00 = Fase Pencernaan
  • Pk. 20.00 – 04.00 =  Fase Penyerapan dan asimilasi/pemanfaaatan nutrisi untuk peremajaan sel, dll

Dalam Raw Food, waktu asupan ini tersebut tidak diatur.

2. Perbedaan lainnya adalah soal pemasakan.

Dalam FC, sebagian kecil makanan boleh dimasak pada suhu 100 derajat celcius atau lebih, terutama makanan hewani.

Dalam Raw food, tidak boleh ada proses pemasakan karena akan mematikan enzim makanan. Yang dibolehkan adalah pemasakan pada suhu di bawah 60 derajat celcius (lazim menggunakan oven dehydrator) agar enzim makanan tetap terjaga.

Dalam Raw food diet, daging binatang mentah tidak termasuk raw food, karena begitu binatang dipotong, maka jaringannya sudah mati. Berbeda dari tanaman, setelah dipanen, jaringan tanaman masih hidup dan enzimnya masih aktif.

Dikutip dari diskusi online Wied Harry dengan Komunitas Selaras Alam (Komunitas Organik Indonesia.)