Air Alkali Itu Bagus Untuk Diminum, Tapi…

0
397
Air Alkali Itu Bagus Untuk Diminum, Tapi...
Air Alkali Itu Bagus Untuk Diminum, Tapi...

Hari ini banyak sekali pilihan air minum. Ada air mineral, air demineral, air murni, air reverse osmosis, air oksigen, air alkali.

  • Suka bingung gak sih, mana sebenarnya yang paling baik dan bermanfaat untuk hidup sehat kita?

Inilah Menurut Para Ahli

“Untuk sehari-hari, sebaiknya kita minum air mineral. Bukan air yang kosong, yang super bersih, yang tidak ada mineralnya sama sekali,” ungkap Susan Hartono, Holistic Nutrition Coach/Intuitive Healing Practitioner dari Self Awareness Network.

“Tapi idealnya, yang terbaik, kita minum air pegunungan yang melalui proses yang minimal. Selain mineral, oksigennya juga banyak,” tambahnya pada workshop Being in Alignment di Almond Zucchini Cooking Studio, Jakarta, April silam.

Bagaimana dengan air alkali? “Sekarang banyak produsen air alkali, tapi tidak semuanya sama.

Alkali itu bagus dan boleh sering-sering diminum. Tapi apabila terlalu alkali dan terus-terusan di atas 9 juga tidak bagus untuk keseharian. Stay di 7 atau 8 koma.”

Salah Kaprah Asam Basa

Menurut Susan, banyak orang keliru memahami konsep asam basa.

Kalau kita memasukkan sesuatu yang alkali atau basa, tubuh kita tidak langsung jadi asam atau basa.

PH tubuh kita memiliki range tertentu, dan tidak pernah bisa lari jauh dari rangenya. Emotional stress, obat-obatan, makanan, cenderung menurunkan pH.

Tapi, apa yang kita lakukan, tubuh kita pasti akan berusaha untuk kembali ke keseimbangannya, jelasnya.

Yang kita tidak mau sebenarnya kalau PH tubuh jatuh cenderung ke asam. Saat PH tubuh kita di bawah 7,3 tubuh mulai imbalance.

Pada kondisi ini terjadi penumpukan racun, inflamasi, dan berbagai penyakit. Yang kita mau, tubuh kita di 7,3, ungkap Susan.

Ph tubuh kita juga tidak sama di tiap organ, masing-masing punya keseimbangannya sendiri. Seperti alam, semua dinamis, tidak ada yang dikontrol di satu angka.

susan-hartono-air-alkali
Susan Hartono, Holistic Nutrition Coach/Intuitive Healing Practitioner

Tubuh yang kondisinya terus ada di kondisi alkali juga tidak bagus.

Kenapa?

Karena sejatinya kondisi pencernaan, asam lambung memang seharusnya acidic.

“Asam lambung kita tidak boleh sampai turun. Manusia moderen yang banyak mengalami masalah pencernaan, itu karena asam lambungnya kurang bukan karena berlebih,”jelas Susan.

Jadi, sambungnya, minum obat maag sebetulnya justru menjadi lingkaran setan.

Orang yang sakit maag sebenarnya disebabkan karena produksi asam lambungnya kurang.

Karena tubuh over kompensasi, naik ke atas, terasa kembung, begah, lalu sakit maag. Dikasih obat maag, diturunin asam lambungnya.

Untuk tujuan akut mungkin gak papa, sekali-kali, karena rasanya tidak enak. Tapi kalau terus-terusan, asam lambung semakin tidak bisa produksi dengan optimum.”

Ini bisa terjadi kalau tubuh terlalu alkali, tiap hari minum pH 10. Lambung akan berusaha membuat supaya kondisinya tidak terlalu alkali, supaya kembali ke balance. Satu lagi, kalau terlalu alkali obat juga tidak efektif, karena obat cenderung asam.”

Jadi Susan berpesan, yang paling benar adalah selalu kembali ke saran umum, yaitu everything in moderation.

Baca juga: