7 Pertanyaan tentang Kompos dan Solusinya

Artikel Kolaborasi Dengan Sustainable Indonesia

0
2327

Keberlanjutan adalah isu yang sangat penting untuk dipahami dan diaplikasikan karena sumber daya yang kita miliki terbatas sedang manusia dan masalahnya terus bertambah. Kompos adalah salah satu solusi berkelanjutan terkait lingkungan, ekonomi, sosial budaya dan pendidikan.

Walaupun saat ini kegiatan kompos sudah semakin sering digaungkan dan dipraktekkan, ada saja informasi yang terlewatkan dan kerap menjadi pertanyaan.

Di artikel ini, teman-teman dari Sustainable Indonesia menjawab beberapa pertanyaan seputar kompos yang sering sekali ditanyakan.

Jika Anda ingin mulai membuat kompos, coba simak artikel ini, siapa tau pertanyaan Anda adalah salah satunya!

BACA JUGA: Ayo, Buat Kompos: Cara Mudah Kurangi Sampah

1. Apa yang harus dilakukan kalau belum punya sampah coklat?

Jika sampah coklat (sampah kering-red) belum ada, sisa dapur bisa dikeringkan (dijemur). Untuk semenatara, sisa makanan bisa dimasukkan ke freezer supaya tidak bau busuk. Kalau sampah coklatnya sudah ada, baru bisa diolah.

2. Kalau sisa makanan yang menempel di wastafel bisa dikomposkah? Kan sudah kena sabun?

Tidak apa-apa dikompos saja.

3. Bagaimana dengan tisu?

Tisu bisa dikompos karena terbuat dari bahan organik (kayu) kecuali tisu basah, tidak bisa dikompos karena di dalamnya mengandung plastik.

4. Katanya terlalu banyak tisu kualitas komposnya tidak terlalu baik, benarkah?

Yang menjadi pertimbangan adalah kemungkinan adanya bahan kimia tambahan pada proses pembuatan tisu misalnya pemutih. Memang masih kontroversial, ada yang mengatakan aman dan ada yang mengatakan tidak. Ada baiknya secara perlahan kita mulai mengurangi penggunaan tisu.

5. Kalau puntung rokok bagaimana?

Puntung rokok terbuat dari sintesis selulos, baru akan terurai dalam waktu 10 tahunan. Belum lagi saat puntung rokok kontak dengan air, bahan kimia yang terkandung di dalamnya akan masuk ke kompos kita. Lalu nikotin itu insecticide yang ampuh membunuh bakteri-bakteri yang dibutuhkan dalam proses composting. Jadi tidak disarankan.

BACA JUGA: Apa Hubungannya Kompos dan Perubahan Iklim?

6. Apakah semua material organik bisa dikompos?

Ya benar, hanya saja setiap material punya waktu terurai yang berbeda-beda. Setiap material juga punya karakteristik yang bisa mengundang binatang lain. Misalnya, dairy product (produk susu) disebut bisa mengundang tikus.

Sampah produk susu juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Jadi kalaupun mau mengompos dairy product, pastikan sampah coklatnya banyak dan komposter dalam keadaan selalu tertutup rapat.

7. Kalau kompos tidak pernah diaduk amankah? Soalnya kalau diaduk agak bau

Harusnya kalau komposisi antara sampah coklat dan hijaunya pas, nggak akan ada bau. Coba saja diaduk sesekali, lalu tambahkan sampah coklatnya.

Nah, mau tahu lebih banyak mengenai kompos, Anda bisa mengikuti workshop yang sering diadakan oleh Sustainable Indonesia. Silakan lihat-lhat langsung di Instagramnya ya. Semangat mengompos teman-teman!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Sustainable Indonesia (@sustainableindonesia) on