4 Pertanyaan Sebelum Membeli Essential Oil

0
229
4 Pertanyaan Sebelum Membeli Essential Oil
4 Pertanyaan Sebelum Membeli Essential Oil

Pamor Essential Oil

Pamor Essential Oil atau Minyak Atsiri, makin lama makin menanjak saja setelah semakin banyak orang percaya akan kemampuannya untuk membantu hidup sehat alami dan menghilangkan beragam gangguan kesehatan, mulai dari stress, depresi, migrain, sakit perut, susah tidur, hingga untuk kecantikan serta pembersih rumah.

Meski belum ada yang signifikan akan khasiatnya, beberapa penelitian mengkonfirmasi kandungan anti bakteri pada berbagai jenis essential oil semacam pepperment oil dan tea tree oil.

Regina Kencana
Regina selalu memakai EO untuk obat keluraga

Tak heran, minyak atsiri menjadi andalan untuk mereka yang lebih suka cara-cara alami dibanding mengandalkan obat konvensional.

Ibu-ibu muda urban sekarang umumnya memiliki simpanan minyak esensial untuk keluarganya.

Contohnya saja Regina Kencana, 37, seorang stylist yang juga ibu dari 3 orang anak.

“Mungkin sudah 5 tahun sejak saya tahu EO (essential oil), anak-anak saya nggak pernah minum obat lagi kalau hanya sakit semacam batuk atau pilek,” ujarnya.

Dili, 38, seorang praktisi periklanan, mengungkapkan pengamatannya tentang minyak esensial.

“Di kantor, kalau saya perhatiin sih kebanyakan cewek-cewek, pasti punya EO. Beberapa kali kalau sedang meeting ada yang mengeluh pusing atau kurang fit, langsung deh pada nawarin EOnya masing-masing.

Tapi biasanya ada catatannya, jangan banyak-banyak ya, soalnya mahal,”katanya sambil tertawa.

Seiring dengan makin populernya khasiat minyak ini, memang makin banyak merek minyak esensial yang bermunculan.

Masing-masing merek mengklaim produknya dengan aneka klaim pada labelnya, mulai dari “natural”, “murni”, “organic” hingga yang kedengaran terpercaya namun malah jadi membingungkan  seperti “pharmaceutical grade”.

Mengingat industri ini belum teregulasi, banyak standar yang belum diatur, sehingga kita harus kritis dan lebih cermat ketika ingin membeli essential oil, karena kualitas dan komposisinya dapat sangat bervariasi.

Selain itu harganya tidak terbilang murah, tentu kita tidak ingin mengeluarkan uang untuk produk yang kurang oke.

BACA JUGA : Essential Oil: Berkat Alam Yang Memulihkan

Setidaknya ada 4 hal yang bisa dipertanyakan untuk membantu kita untuk menemukan minyak esensial yang baik, antara lain:

  1. Kemurnian: Carilah minyak dengan kandungan senyawa tanaman aromatik, tanpa bahan tambahan atau minyak sintetis.

    Kandungan minyak murni biasanya berisi daftar nama botani, misalnya Lavandula officinalis, Citrus Sinensis, Cymbopogon Flexuosus, bukan istilah-istilah seperti “minyak esensial lavender.”

  2. Kualitas: Pilih minyak esensial bebas kimia yang telah diekstraksi melalui penyulingan atau cara cold-pressing.
  3. Reputasi: Pilih merek dengan reputasi yang baik, jangan hanya mengandalkan kemasan yang menarik.

    Daftar panjang testimoni tidak bisa menjadi andalan untuk memastikan sebuah produk bagus atau tidak. Anda bisa juga cek website atau social media-nya dengan cermat.

  4. Etika Bisnis: Merek essential oil yang baik akan transparan tentang kandungannya, termasuk dari negara mana ia mengambil bahan essential oilnya. Jadi kalau informasinya tidak jelas, tentu hal itu menjadi suatu pertanyaan.

Intinya, kandungan minyak berkualitas tinggi hanya dapat diperoleh dengan menggunakan senyawa tanaman murni yang diekstraksi dengan cara distilasi atau cold-press.

Hindari minyak yang telah dicampur dengan wewangian sintetis, parfum, minyak, alkohol atau bahan kimia lain (yang membuatnya jadi lebih murah).

Foto Utama: IG @svastiessentialoil